Dulohupa.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo terus berupaya menekan dan melakukan penanggulangan Inflasi di Kota Gorontalo. Alokasi anggaran penanggulangan inflasi hingga 33 Miliar rupiah menjadi salah satu upaya yang diambil pemerintah Kota Gorontalo.
Dalam paparan best practice yang disampaikan langsung oleh Walikota Gorontalo, Marten Taha, inflasi point to point Kota Gorontalo hingga pada April 2023 kemarin mencapai 0,02 persen, sementara untuk inflasi year on year pada angka 3,45 persen dan inflasi tahun kalender berada pada angka 0,21 persen.
Diketahui pada inflasi poin to poin, ikan Malalugis/ikan Sorihi, ikan tuna dan bawah merah menjadi komoditas penyumbang inflasi utama. Sementara untuk komoditas penyumbang inflasi utama pada inflasi year on year adalah bensin dan beras serta bawang merah.
Sebelumnya, pemerintah Kota Gorontalo telah menerapkan strategi 4K dalam penanggulangan inflasi, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif. Namun tak sampai disitu, pemerintah Kota Gorontalo hingga saat ini terus melakukan penanggulangan dan memaksimalkan segala upaya dalam menekan laju inflasi di Kota Gorontalo.
Oleh karena itu, program-program yang telah di rencanakan maka harus dibarengi dengan anggaran yang tak sedikit. Dimana, saat ini pemerintah Kota Gorontalo telah mengalokasikan anggaran sebesar 33 Milyar rupiah untuk penanggulangan inflasi dan mendukung segala program untuk menekan laju inflasi. Adapun sumber anggaran yang digunakan adalah Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Daerah (DID), Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, Marten Taha Menegaskan bahwa setidaknya ada 9 perangkat daerah yang akan menjalan program penanggulangan inflasi yaitu dinas Pendidikan, dinas Kesehatan, dinas kelautan, perikanan dan pertanian, dinas Ketenagakerjaan, koperasi dan UMKM, dinas sosial dan pemerdayaan masyarakat, dinas pangan, dinas perdagangan dan perindustrian, dinas perhubungan serta bagian ekonomi Sekretariat daerah.
Reporter: Kris











