Dulohupa.id- Terjadi lonjakan pemudik di Pelabuhan Ferry Gorontalo, siang tadi, Senin (3/5). Pantauan dulohupa.id, para pemudik sudah memadati pelabuhan itu sejak siang hari. Beberapa bahkan sudah menunggu sejak pagi. Kendati, kapal baru akan berlayar pada malam hari.
Dari sejumlah wawancara, rupanya para pemudik ini didominasi oleh mahasiswa perantau. Rata-rata mereka yang berasal dari wilayah Sulawesi Tengah. Alasannya untuk buru-buru pulang, karena tak mau terjebak kebijakan larangan mudik lebaran.
Salah satu penumpang bernama Muhammad Putra mengungkapkan, bahwa alasannya untuk segera meninggalkan Gorontalo, karena ia tahu pemerintah telah menyosialisasikan bahwa pelabuhan tersebut tidak akan melayani pelayaran pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.
“Saya pulang lebih awal, memang sudah ada instruksi dari pemerintah akan ada pembatasan untuk pulang kampung (bagi pemudik) dari tanggal 6-17 Mei,” ujar Mohammad kepada Dulohupa.id, Senin (3/5)
Muhammad pun mengungkapkan, jika memilih pulang kampung karena selain rindu orang tua di rumah, ia juga tak ingin kehabisan ongkos. Sebab, bertahan diri di rumah kontrakan akan lebih banyak menghabiskan uang. Tak ingin ketinggalan jadwal pelayaran, ia pun bahkan sudah menunggu di pelabuhan sejak pukul 15.00 WITA.
“Saya menunggu antrian dari pukul 15.00 WITA sampai 18.00 WITA untuk mendapatkan tiket, hingga selesai magrib saya (baru) mendapat tiket untuk pemberangkatan,” jelas Mohammad.
Sementara itu, Kepala supervisi Pelabuhan Ferry Kota Gorontalo, Andi Mujahaddin mengatakan, karena ada pembatasan mudik dari tanggal 6-17 Mei, penumpang berlomba-lomba pulang lebih awal sebelum terjadi penutupan pelabuhan.
“Mudik hari ini terjadi lonjakan penumpang tidak seperti hari-hari sebelumnya, karena ada pembatasan (mudik) penumpang dari tanggal 6-17 Mei akan datang,” tutup Andi.
Reporter: Yusuf Konoli












