Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Stok Sembako Di Gorontalo Dipastikan Aman Beberapa Bulan Kedepan

Dulohupa.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menegaskan, ketersediaan Sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) masyarakat di Gorontalo dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Hal itu disampaikan Idris Rahim pada Kamis (26-02-2020), usai meninjau sejumlah gudang distributor bahan pokok di Kota Gorontalo.

Dikatakan oleh Idris Rahim dari hasil peninjauan di gudang distributor Usaha Dagang Sehat Indah, terdapat stok minyak kelapa sebanyak 36.899,5 liter, ditambah stok di gudang Bulog sebanyak 17.508 liter, dan di gudang distributor Cipta Langgeng sebanyak 240 ribu liter.

Total stok minyak kelapa per 26 Maret 2020 mencapai 294.407,5 liter. Sedangkan untuk bawang merah dan bawang putih di Usaha Dagang Cindy dikatakan oleh wakil Gubernur, juga tersedia stok yang cukup. Stok bawang merah sebanyak empat ton dan bawang putih 9,5 ton.

“Masyarakat tidak perlu khawatir utamanya selama masa siaga virus Corona dan menghadapi bulan Ramadan karena stok bahan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup,” kata Wagub Idris Rahim.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Mohammad Nadjamudin menambahkan, pihaknya akan terus berupaya menjaga stabilitas harga sembako. Karena menurutnya, stabilisasi harga tersebut sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. “Daya beli masyarakat kita mampukan dengan stabilisasi harga, di antaranya dengan menggelar operasi pasar dan juga akan terus melaksanakan program pasar murah NKRI Peduli di mana tujuh bahan pokok disubsidi harganya oleh Pemprov Gorontalo,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, untuk menjamin ketersediaan bahan pokok selama masa siaga virus Corona dan menghadapi bulan Ramadan, Gubernur Gorontalo secara tegad sudah mengingatkan para distributor, pedagang, dan pengecer untuk tidak melakukan penimbunan. Gubernur Rusli Habibie dengan melibatkan Polri akan menindak tegas dengan mencabut izin usaha para distributor dan pedagang yang sengaja melakukan penimbunan dan mempermainkan harga di tengah kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. (adv)