Dulohupa.id – Seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) berinisial HP mengaku menjadi korban perundungan oleh sekelompok mahasiswa, pekerja kampus, bahkan hingga dosen.
Dalam pengakuannya, HP menyatakan dibully oleh teman sekelas dan asrama dengan menyebutnya sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Perundungan ini buntut setelah adanya video memperlihatkan HP duduk di balkon asrama lantai dua menjadi viral di media sosial. HP mengaku saat itu ia tak sadarkan diri, tapi dituding akan bunuh diri.
“Pertama kali viral karena tekanan dari asrama, setelah itu muncul juga isu kerasukan,” ujarnya kepada awak media, Sabtu (18/10/2025).
Ia berharap kejadian itu tidak lagi dibesar-besarkan, tapi justru dari pihak kampus menekannya. Ia merasa keberatan atas tanggapan dari wakil rektor dan ketua Asrama yang menyebut kejadian menimpa HP hanya dibuat-buat atau iseng. Pernyataan dari pihak kampus itu menimbulkan komentar negatif terhadap HP di media sosial seperti Instagram dan TikTok.
HP mengatakan intervensi dari pihak kampus masih terus berlanjut, bahkan diundang oleh pihak kampus dengan alasan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Pihak kampus menanggangap HP memiliki masalah kesehatan mental.
“Kemarin itu kan jam 8, saya di kos, terus terdengar suara ketukan pintu, ada yang bilang mau ikut sama ibu kapro. Saya tidak tau mau dibawa ke mana. Nanti pas sudah di jalan, ternyata mau ke rektorat,” ujarnya.
Ketika direktorat, HP menjelaskan ia di intervensi untuk tidak mengadu.
“Saya merasakan ada ancaman. Mereka bilang agar tidak lagi menghubungi keluarga saya tentang hal ini,” tambah HP.
Kasus ini menimbulkan kecemasan bagi HP dan juga keluarga, yang khawatir akan tindakan represif dari pihak kampus. Ia menilai kampus diduga sudah bukan lagi rana bagi pendidikan. HP berharap situasi ini dapat diselesaikan dengan adil.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus UMGO. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi atas kejadian itu.
Reporter: Maya












