Dulohupa.id – Seorang mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) diduga mendapat tekanan dari pihak kampus, bahkan salah satu dosen dipecat tanpa adanya surat peringatan dan sidang etik.
Polemik itu buntut dari insiden seorang mahasiswi berinisial HP diduga akan bunuh diri di Balkon Rusunawa Mahasiswa beberapa waktu lalu. Namun HP mengaku saat itu tidak sadarkan diri hingga ia duduk di lantai dua Balkon Asrama. Aksi HP kemudian terekam dan beredar luas di sosial media.
Setelah viral, HP mengaku merasa dipaksa oleh pihak pengelola asrama untuk memberikan pengakuan agar tindakannya semata-mata karena ‘iseng’. Namun pengakuan HP setelah dipaksa malah jadi sasaran perundungan dari sejumlah mahasiswa dan pegawai kampus. HP juga dituding mencari perhatian dan melakukan tindakan yang merusak reputasi kampus.
Hal ini membuat HP merasa tertekan dan tidak nyaman. Ia kemudian menghubungi salah satu dosen UMGO, Fira Makmur yang aktif membuat konten edukatif di saluran YouTube-nya.
Dalam sebuah podcast bersama Fira, HP menceritakan perasaannya serta situasi yang sebenarnya terjadi.
“Saya hanya ingin memberikan ruang bagi mereka yang ingin berbicara melawan penindasan,” ujar Fira Makmur Jumat, (17/10/2025).
Fira menekankan bahwa tindakan HP malam itu bukanlah karena iseng, melainkan karena ia berada dalam kondisi tidak sadar dan diarahkan untuk mengaku “iseng” oleh pihak kampus.
Setelah podcast tersebut ditayangkan, isu ini kembali menjadi perhatian publik. Namun, HP dan dosen Fira justru menghadapi tekanan dari pihak kampus.
Fira bahkan menerima surat pemecatan (Pemberhentian Sementara Catur Dharma Dosen) tanpa adanya surat peringatan atau sidang etik.
“Saya dihubungi oleh pihak kampus mengenai podcast tersebut, bahkan diminta untuk menangguhkannya. Namun, saya mendukung korban dan tetap membela kebenaran,” tutup Fira.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak UMGO. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak kampus atas kejadian itu.
Reporter: Maya











