Jakarta – Sinyal positif dari kesuksesan road show Danantara ke berbagai pusat keuangan dunia seperti Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York mulai membawa dampak nyata bagi stabilitas ekonomi makro dalam negeri. Nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dilaporkan kembali menguat.
Langkah taktis memaparkan kebijakan secara transparan kepada 122 investor global dinilai berhasil membalikkan sentimen pasar yang sempat tertekan dalam beberapa bulan terakhir.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bagaimana strategi komunikasi mereka mampu mengubah dinamika pasar:
“Pada saat mereka melihat bahwa oh ternyata apa yang dilakukan dalam hal ini Danantara dan juga kebijakan-kebijakannya ini membalikkan momentum yang terya persepsi yang ada itu. setelah mereka lihat Indonesia kita merespon secara baik dan benar gitu ya dan yang paling penting yang kita lihat juga adalah kredibilitas daripada kita menyampaikan dari Danantara ini itu diterima mereka dengan baik,” ujar Rosan.
Kepercayaan tinggi dari lembaga pemeringkat internasional menjadi kunci utama suksesnya debut global bond Danantara. Sebelum melakukan road show, Danantara telah mengantongi peringkat investasi tinggi dari Moody’s, S&P, dan Fitch, serta rating tertinggi Triple A (AAA) dari Pefindo.
Berkat peringkat tersebut, Danantara berhasil mengunci tingkat bunga (yield) obligasi menjadi sangat kompetitif, yakni 5,35% untuk tenor 5 tahun dan 5,95% untuk tenor 10 tahun. Angka ini jauh di bawah perkiraan awal para bankir yang sempat memproyeksikan bunga di atas 6 hingga 7 persen.
Rosan Roeslani menegaskan bahwa rendahnya bunga ini menjadi bukti sahih bahwa investor menaruh kepercayaan penuh pada ekonomi Indonesia:
“Ini adalah penghasil apa ee hasil yang sangat-sangat baik ee dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi. karena kalau mereka tidak percaya pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi, ini tidak mereka minta bahkan kita lihat yield-nya sangat-sangat kompetitif sekali.











