Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALOPERISTIWAVideo

Semburan Air Bercampur Pasir Setinggi 20 Meter Hebohkan Warga Gorontalo

×

Semburan Air Bercampur Pasir Setinggi 20 Meter Hebohkan Warga Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Semburan Air Gorontalo
Semburan air mencapai 20 meter muncul saat dilakukan pengeboran di Kelurahan Huangobotu, Kota Gorontalo. Foto/Ist

Dulohupa.idSemburan air bercampur pasir hingga setinggi 20 meter hebohkan warga Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, tepatnya di kompleks SMP Negeri 10 Gorontalo, Minggu (04/6/2023) sore.

Semburan air muncul saat sejumlah pekerja melakukan pengeboran di salah satu lahan yang diduga akan dijadikan tempat usaha cuci mobil dan kos-kosan.

Simak Video Semburan Air Bercampur Pasir Setinggi 20 Meter Hebohkan Warga Gorontalo:

Salah satu tukang sumur bor, Yelis Ahmad mengatakan, awalnya dalam pengeboran mencapai 28 meter dan sudah terpasang pipa. Namun ketika alat bor akan dikeluarkan dari dalam tanah, tiba-tiba airnya meluap dan melambung ke atas.

“Awalnya tinggi semburan ada 20 meter dan lamanya sekitar 20 menit. Kemudian airnya langsung turun habis. Tapi ada semburan kedua yang mencapai empat meter, itu lamanya sekitar setengah jam,” ungkap Yelis.

Ia menceritakan, air saat itu tidak mengeluarkan lumpur panas ataupun bau gas. Menurutnya, hanya air dan pasir berwarna kehitam-hitaman. Agar air tidak lagi keluar, mereka kemudian menutup pipanya dengan bungkusan semen dan diikat menggunakan tali.

“Tidak ada bau gas, atau bau minyak. Cuman air saja dan pasir,” ujarnya.

Semburan Air
Pipa dibungkus dan diikat agar air tidak menyembur ke atas. Foto: Enda/Dulohupa

Awalnya warga mengira yang keluar dari dalam tanah adalah lumpur panas yang dibarengi dengan semburan gas. Namun setelah diamati oleh ahli teknik Geologi dari Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo, kejadian itu hanyalah fenomena biasa.

“Setelah saya amati itu hanya fenomena biasa akibat tekanan yang diganggu oleh aktivitas pengeboran Karena tekanan itu, airnya keluar,” jelas Muhammad Kasim, ST, MT selaku ahli Teknik Geologi saat diwawancarai media Dulohupa.

Semburan
Muhammad Kasim ST, MT selaku Ahli teknik Geologi Fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo. Foto: Enda/Dulohupa

Muhammad Kasim menuturkan, material berupa pasir dan hewan kerang kecil jenis Gastropoda muncul di sekitar lokasi semburan. Ia menegaskan tidak ada fenomena lain seperti lumpur panas serta gas yang timbul di lokasi.

“Jadi saya luruskan bukan semburan lumpur, minyak atau gas, cuman dominannya air. Dari pengamatan saya, tidak ada dampak ke masyarakat,” tandasnya.

Reporter Enda