Dulohupa.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, semangat kemerdekaan kian terasa di Kota Gorontalo. Hal ini terlihat dari makin menjamurnya pedagang-pedagang musiman yang berlapak diangkringan-angkringan samping jalan. Bendera dan aksesoris bernuansa merah-putih banyak ditemui jika momen itu tiba.
Salah satunya Hapit Atuke, pedagang bendera dan aksesoris Kemerdekaan di Jalan Nani Wartabone Kota Gorontalo. Meski terbilang baru, kehadirannya disetiap momen Kemerdekaan Indonesia terus diperlihatkan.
Bagi dia, itu menjadi salah satu bukti kecintaan dan semangat Kemerdekaan Indonesia yang tahun ini memasuki ke-81 tahun.
“Iya cuman jual bendera dan aksesoris kemerdekaan. Kemarin piala dunia itu tidak jualan,” ujar Hapit kepada Dulohupa saat ditemui di lapaknya pada Minggu sore (09/08/2026).
“Karena saya bukan orang luar (negeri), saya orang asli Indonesia, jadi kita jual bendera-bendera Indonesia saja, NKRI harga mati,” lanjutnya.
Menurutnya, kali ini menjadi tahun keempatnya menjual bendera dan aksesoris kemerdekaan di lokasi tersebut.
“Jualan disini dari tahun 2022. Untuk tahun ini mulai jualan tanggal 1 Agustus kemarin,” ucapnya.
Berbagai jenis aksesoris dan ukuran bendera dijualnya. Adapun harga, menurut Hapit cukup bervariatif tergantung jenis dan ukurannya.
“Kalau aksesoris itu banyak (dijualnya) tergantung jenisnya. Kalau bendera merah putih ada yang dari 75 ribu ada juga yang 50 ribu,” kata Hapit.
“Kalau bendera umbul-umbul ada yang 50 ribu, 60 ribu sampai 70 ribu tergantung motif dan ukuran. Kalau bendera atau aksesoris yang dipakai di kendaraan ada yang 15 ribu, 10 ribu, 5 ribu,” lanjutnya.
Meski begitu, menurut Hapit penjualan bendera dan aksesoris kemerdekaan ditahun ini tak terlalu signifikan meningkat.
“Penjualan masih sama (belum meningkat), dari tahun lalu masih bagus (penjualan) dari pada tahun ini, kurang (pembeli),” jelasnya.
“Iya masih kurang, tidak sama dengan yang kemarin (penjualan tahun sebelumnya),” sambung Hapit.
Untuk stoknya sendiri, Hapit mengaku sebagian merupakan sisa barang penjualan tahun sebelumnya dan sebagian lagi merupakan stok baru yang dipesannya.
Reporter: Yayan











