Untuk Indonesia

Selama Musim Hujan, Dinkes Pohuwato Minta Masyarakat Waspadai DBD

Dulohupa.id- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pohuwato, Sarahwanti Abbas meminta masyarakat mewaspadai risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, menurut data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, bahwa musim penghujan masih akan berlangsung Januari hingga Februari, dengan tingkat curah hujan lebih tinggi.

Curah hujan yang tinggi kata Saraswati, tidak hanya akan menimbulkan banjir bandang, namun juga genangan-genangan yang dapat menjadi sarang nyamuk.

“Penyakit DBD ini muncul saat musim penghujan, dan harus juga menjadi perhatian kita semua,” kata Sarahwanti kepada Dulohupa.id.

Menurutnya, yang perlu diperhatikan juga daerah perkotaan karena lebih dominan terjadi lonjakan kasus DBD dibandingkan dengan daerah pedesaan yang ada di Pohuwato.

“DBD memang laporannya banyak dari daerah perkotaan, bukan pedesaan,” tuturnya.

Dalam data dikes kesehatan sendiri pada tahun 2019 terjadi lonjakan kasus DBD sebanyak 302 kasus DBD. Data lonjakan kasus ini hampir ada di semua puskesmas yang tersebar di 13 kecamatan di Pohuwato. Pada data dikes ini, kecamatan Marisa sebagai pusat kota Pohuwato menduduki kasus tertinggi DBD yang dilaporkan, yakni sebanyak 73 kasus DBD pada tahun 2019.

Sedangkan pada tahun 2020 kemarin, lonjakan kasus DBD berkurang. Data dari dikes yang dihimpun dari setiap puskesmas sebanyak 59 kasus DBD yang dilaporkan. Meski begitu, Kecamatan Marisa masih memegang posisi tertinggi lonjakan kasus DBD di Pohuwato selama kurun waktu dari 2019-2020. Makanya dalam imbauannya, Sarahwanti meminta masyarakat Pohuwato untuk tetap mewaspadai risiko DBD. yang bisa mengancam saat musim penghujan tiba.

“Kita tetap mengimbau masyarakat untuk menaruh perhatian ke DBD, dan melakukan langkah-langkah pencegahannya. Dikes sendiri juga telah siap sedia untuk penanganan DBD ini, baik dari melakukan sosialasi sampai melakukan fogging sebagai pencegahan,” tambahnya.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.