Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
AdvertorialDEPROV GORONTALO

Sekretariat Deprov Gorontalo Dilibatkan Tangani Stunting dan Kemiskinan

×

Sekretariat Deprov Gorontalo Dilibatkan Tangani Stunting dan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Penanganan Stunting
Sekertaris Dewan (Sekwan) Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad bersama jajarannya. Foto: HUmas DPRD

Dulohupa.id – Sekretariat DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo dilibatkan dan bertanggungjawab untuk percepatan penurunan Stunting dan angka kemiskinan ekstrem di Gorontalo.

“Pj Gubernur, Pak Sekda sudah sering di Jakarta mengikuti arahan dari bapak Wakil Presiden. Kemudian setiap hari senin, evaluasi Kemendagri kepada pemerintah daerah seluruh Indonesia. Itu ada 2 (dua), yaitu penurunan inflasi, kemudian bagaimana Tengkes ini (Stunting) dan kemiskinan ekstrim ini ditangani,” papar Sekertaris Dewan (Sekwan) Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, Rabu (12/10/2023).

“Pemerintah Provinsi, mengambil langkah berkolaborasi dengan tim penggerak PKK, Dinas Kesehatan, dan beberapa dinas terkait termasuk kepala satgas-nya itu kepala Dinas Ketahanan Pangan. Masalah Tengkes (stunting) dan kemiskinan ekstrim ini kalau dibiarkan akan bertambah,” lanjutnya.

Menurut Sudarman, Tengkes sebenarnya sudah masuk dalam RPJMN 2024. Dirinya mengungkapkan bahwa ditingkatan pusat terdapat tim dalam mengatasi Tengkes tersebut.

Sekwan Provinsi Gorontalo, mendapatkan tanggungjawab di kecamatan Wonosari dengan jumlah 13 desa dan kecamatan Dulupi dengan 8 desa yang akan diverifikasi.

“Sekwan itu, diberikan tanggung jawab di 2 kecamatan. Dan ini data yang sudah kami dapatkan kemarin, ada dari Wonosari itu 13 desa, Dulupi 8 desa dengan total yang akan diverifikasi sebanyak 171. Jadi 106 di Wonosari, 65 di Dulupi,” ujar Sudarman.

“Ingin menyampaikan bahwa, ini bagian dari tanggung jawab kita. Artinya anggaran yang (kita) kelola itu besar, kemudian diluar sana banyak masyarakat yang posisinya tidak lebih beruntung dari kita. Dan untuk yang 171 ini, Sekretariat DPRD jadi pembinanya,” lanjutnya lagi.

Dirinya berharap, dengan percepatan penanganan tengkes (Stunting) ini bisa selesai. Dirinya tak menafikan bahwa pasti akan banyak masalah yang ditemui saat dilapangan, namun nanti akan ada trik-trik untuk menyelesaikan hal tersebut.

“Kemudian untuk kemiskinan ekstrim, itu ikutan. Tidak mungkin, ada anak yang kena tengkes (Stunting) kemudian orang tuanya mampu. Pasti baku bawa itu,” ujarnya.

Reporter: Yayan