Dulohupa.id– Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) beramai-ramai mengecam pernyataan anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon yang menyebut anggota TNI seperti gerombolan.
Ucapan Efendi Simbolon dianggap telah melecehkan prajurit-prajurit karena menyamakan TNI dengan gerombolan, sehingga memicu reaksi keras dari prajurit.
Sebelumnya dalam rapat di Komisi I pada Senin (05/9/2020) lalu, Effendi awalnya menyoroti ketidakhadiran Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.
Effendi mengaku ingin mendapat penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman. Menurutnya, ada ketidakharmonisan antara dua jenderal bintang empat itu.
“Kami banyak sekali ini temuan-temuan ini, insubordinari, disharmoni, ketidakpatuhan, ini TNI kayak gerombolan ini, lebih-lebih ormas jadinya, tidak ada kepatuhan,” kata Effendi di ruang rapat.
Pernyataan itu berbuntut panjang. Di media sosial, beredar video prajurit TNI yang mengecam Effendi. Salah satunya video seorang yang mengaku prajurit TNI Angkatan Darat (AD) bernama Kopral Dua Arif. Ia mendesak Effendi meminta maaf secara terbuka ke publik.
“Hei, kau Effendi Simbolon, anggota dewan Komisi I DPR RI. Saya, kopral. Saya tidak terima TNI dibilang seperti gerombolan. Saya minta kau segera minta maaf secara terbuka kepada TNI,” kata Arif dalam video yang beredar.
Arif mengancam akan mencari Effendi sampai ke ujung dunia jika tidak segera meminta maaf secara terbuka ke publik atas pernyataan yang mengibaratkan TNI seperti gerombolan tersebut.
“Kalau kamu tidak minta maaf, sampai di manapun kamu akan saya cari sampai di ujung dunia. Ini Kopral Dua Arif,” ujarnya.
Sementara itu, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyayangkan pernyataan Effendi.
Saleh menyatakan tak ada satupun negara di dunia yang militernya bersifat gerombolan, termasuk TNI. Ia menyatakan selain sebagai alat pertahanan negara, TNI juga merupakan alat pemersatu bangsa.
“TNI adalah organisasi yang menjiwai dan dijiwai kerakyatan, tidak ada satupun negara di dunia yang TNI atau militernya itu bersifat gerombolan, itu tidak ada,” kata Saleh.
“Yang ada TNI adalah sebagai alat dan pemersatu Bangsa. Itu perlu diingat, TNI sebagai alat pertahanan negara dan alat pemersatu bangsa, itulah kelebihan TNI khususnya TNI AD,” ujarnya menambahkan.
Redaksi











