Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Sebanyak 5000 Reagen Kit dari BNPB Segera Tiba di Gorontalo

Dulohupa.id – Sebanyak 5000 reagen kit dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan tiba di Gorontalo.Reagen kit akan digunakan untuk pemeriksaan swab di Laboratorium BPOM Gorontalo.

Menurut Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pengadaan reagen kit di Gorontalo turut diupayakan oleh anggota DPR RI, Idah Syahidah.

Rusli  menceritakan awalnya Gorontalo meminta reagen kit sebanyak 2000 namun BNPB akhirnya mengirimkan sebanyak 5000. Bertambahnya jumlah reagen kit itu dikatakan Rusli tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Idah Syahidah yang merupakan anggota Komisi VIII yang bermitra dengan BNPB.

“Kita minta 2.000 langsung ke ibu Idah karena salah satu Deputi di BNPB itu teman kuliahnya ibu Idah waktu di Bandung. BNPB juga menjadi mitra komisi VIII (salah satunya masalah bencana alam),” ujar Gubernur Rusli Habibie saat Konferensi Pers di Posko Gugus Tugas Covid-19, Jumat (1/5/2020).

Mantan Bupati Gorontalo Utara itu juga mengatakan bahwa dalam beberapa terakhir pemeriksaan swab di BPOM terhenti karena petugas kehabisan reagen kit untuk melakukan pengujian.

“Alat ini menjadi sulit dibeli karena setiap negara bahkan daerah berebut untuk mendapatkannya “ Imbuhnya.

Ia menambahakn saat ini proses pengiriman reagen kit terkendala penerbangan pesawat.Persoalannya selain tidak ada lagi penerbangan dari dan ke Gorontalo, alat itu tidak bisa terlalu lama di suhu panas.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 dr. Triyanto Bialangi, M.Kes menjelaskan, meski laboratorium BPOM berhenti beroperasi sementara, namun Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap melanjutkan proses deteksi pasien yang terindikasi tertular virus corona.

Caranya dengan mengirimkan spesimen ke Badan Litbangkes Kemenkes RI di Jakarta. Hingga Jumat ini, ada 129 spesimen yang sudah dikirim dan menunggu hasilnya.

Kita tidak mengirim ke Makassar karena tidak ada lagi penerbangan ke sana. Makanya spesimen yang ada kita kirim melalui Bandara Sam Ratulangi Manado ke Balitbangkes Kemenkes di Jakarta,” pungkasnya. (**)