DULOHUPA.ID- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pohuwato, Fahry Djafar mengungkapkan, jika pihaknya kaget dengan penangkapan tujuh terduga teroris di Pohuwato beberapa waktu lalu. Terlebih ketika salah satu dari terduga teroris tersebut bekerja sebagai petugas kebersihan (cleaning service) di masjid agung Pohuwato.
Sebab kata Fahry, selama ini Pohuwato sebagai daerah yang cukup aman, dan tidak pernah terindikasi dengan susupan-susupan dari gerakan yang berbau radikalisme.
“Saya sendiri juga secara lembaga kaget terkait peristiwa tersebut. Apalagi salah seorang dari tujuh terduga , bekerja sebagai cleaning service di Masjid agung,” ujar Fahry kepada Dulohupa.id, Rabu (2/12).
Fahry menegaskan, apapun alasannya, tindakan terorisme yang berujung pada radikalisme sangat bertentangan dengan nilai-nilai dalam ajaran islam.
“MUI juga sudah mengeluarkan fakta bahwa teroris ini ialah tindakan yang haram. Karena sangat menyimpanng dari nilai-nilai kemanusiaan, islam adalah agama yang menjujung tinggi nilai-nilai kemanusiaan itu tersendiri,” tegas Fahry saat diwawancarai.
“Secara lembaga MUI Pohuwato, saya sangat menyayangkan peristiwa penangkapan terduga teroris itu terjadi di Pohuwato.”
Oleh karena itu, lanjut Fahry, pihaknya dari MUI mengimbau kepada umat Islam secara khusus dan masyarakat, agar menyikapi peristiwa penangkapan terduga teroris kemarin dengan tenang. Juga tidak terlalu cemas, tapi juga selalu mengedepankan kewaspadaan dan sikap kehati-hatian.
Reporter: Zulkifli Mangkau











