Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Rusli Bakal Berikan Instentif Untuk Tenaga Medis yang Tangani Virus Corona di Gorontalo

Dulohupa.id – Gubenur Gorontalo, Rusli Habibie akan memberikan insentif bagi para tenaga medis yang menangani kasus virus Corona di Provinsi Gorontalo. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Rusli Habibie saat meninjau kesiapan Gugus Tugas percepatan dan Penanganan virus Corona di Rumah Sakit Ainun, Kabupaten Gorontalo, pada  Senin (23/03/2020).

Sebelumnya atas informasi yang diterima dari sumber terpercaya, hingga hari Senin tanggal 23 Maret 2020, Provinsi Gorontalo masih nol kasus positif virus corona. Data Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 265 kasus, 72 sudah selesai diperiksa dan sisanya 193 masih dalam pemeriksaan. Sedangkan data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 13 kasus, delapan sedang pemeriksaan spesimen dan lima dinyatakan negatif virus corona.

“Terkait dengan hal ini, tenaga medis di Provinsi Gorontalo yang bertugas menangani kasus virus corona akan diberi insentif. Upaya tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja tenaga medis dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona,” ungkap Rusli Habibie.

Terkait rencana pemberian insentif tersebut, Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo Budiyanto Sidiki masih akan melakukan pengkajian. Selain tenaga medis RS Ainun yang menjadi kewenangan provinsi, diupayakan untuk tenaga medis di RS Aloei Saboe sebagai rumah sakit rujukan.

“Untuk tenaga kesehatan khususnya yang ada di rumah sakit di Provinsi Gorontalo, saya sudah siapkan insentif buat mereka yang telah bekerja untuk menanggulangi atau menghadapi virus Corona ini. Dalam satu dua hari ini alatnya akan tiba. Insya Allah akan langsung kita bagi-bagikan. Mereka harus dilindungi juga, kalau mereka kena, siapa lagi yang akan merawat kita,” tambahnya.

Selain insentif, Gubernur Rusli juga tengah memesan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai alat proteksi diri bagi tenaga medis. 1000 buah APD rencananya akan dibagikan untuk tenaga medis di Provinsi Gorontalo. BPBD juga membantu 550 masker ke RS Ainun.

“Kita juga masih menghitung besaran dan kriteria penerima insentif ini, yang jelas ada niat baik dari bapak gubernur untuk memberikan insentif kepada para perawat dan dokter yang ada di garda terdepan melayani pasien. Apalagi untuk kejadian luar biasa seperti ini tidak ditanggung oleh BPJS,” tutupnya. (adv)