Scroll Untuk Lanjut Membaca
GORONTALOHEADLINEPERISTIWA

Rombongan Mobil Keluarga Jemaah Haji Gorontalo Alami Kecelakaan Beruntun

×

Rombongan Mobil Keluarga Jemaah Haji Gorontalo Alami Kecelakaan Beruntun

Sebarkan artikel ini
Rombongan Haji Kecelakaan
Satlantas Polres Gorontalo saat melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan rombongan mobil keluarga jemaah calon haji . Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Rombongan mobil yang membawa keluarga jemah calon Haji asal Kabupaten Boalemo, Gorontalo mengalami kecelakaan beruntun di jalan Trans Sulawesi, tepatnya di tugu Ketupat Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Rabu (14/6/2023).

Dari pantauan Dulohupa di lokasi, sebanyak enam unit mobil mengalami kerusakan akibat tabrakan beruntun sekitar 14.36 WITA. Enam mobil terlibat kecelakaan masing-masing 1 mobil angkutan umum, 1 mobil dinas milik pemerintah Kabupaten Boalemo dan 4 mobil pribadi.

Kecelakaan
Salah satu mobil keluarga Jemaah haji yang mengalami kecelakaan beruntun. Foto/Dulohupa

Salah satu pengemudi mobil, Saipul Amir menjelaskan posisi rombongan bertolak dari Boalemo akan menuju Asrama Haji Gorontalo. Dalam perjalanan, rombongan yang akan melewati tugu ketupat Ombulo tiba-tiba sebuah mobil paling depan rem mendadak. Sehingga sejumlah mobil dari arah belakang dengan kecepatan cukup tinggi saling tabrak.

“Saya tidak tahu kalau mobil ke berapa yang rem mendadak itu. Saya kaget tiba-tiba dari bagian belakang mobil  sudah terdengar benturan yang menabrak mobil saya,” ungkap Saipul, warga Wonosari.

Rata-rata kerusakan yang dialami ke enam mobil itu rusak dan retak pada bagian depan dan belakang mobil, akibat benturan dari mobil satu ke mobil berikutnya.

“Di dalam mobil ini, hanya keluarga jemaah haji. Mereka jemaah haji di Bus dan sudah bergerak dulan ke Asrama Haji dan rencananya besok jemaah haji bertolak ke tanah suci,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satlantas Polres Gorontalo masih sementara melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). Sementara tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam peristiwa tersebut.

Reporter Herman Abdullah