Scroll Untuk Lanjut Membaca
HajiHEADLINE

Ratusan Koper Bagasi Jemaah Calon Haji Gorontalo Masuk Embarkasi

×

Ratusan Koper Bagasi Jemaah Calon Haji Gorontalo Masuk Embarkasi

Sebarkan artikel ini
Koper Jemaah Haji
Koper jemaah haji tiba di embarkasi atau asrama haji Gorontalo. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Ratusan koper bagasi Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam kloter 28, 30 dan 32 Embarkasi UPG mulai masuk asrama haji atau embarkasi haji antara (EHA), Jumat (16/05/2025).

Koper bagasi ini diantar secara mandiri oleh jemaah, namun bagi wilayah Kabupaten/Kota yang jauh, koper bagasi yang berisi perlengkapan jamaah dimuat menggunakan truk atau bus.

Setibanya di asrama haji, petugas akan memeriksa fisik dan mendata koper sesuai dengan kloter maupun rombongan keberangkatan nanti. Namun, koper bagasi yang telah masuk di Embarkasi akan diproses dan diperiksa lebih ketat menggunakan X Ray pada Sabtu, 17 Mei 2025 tepat sebelum diberangkatkan.

“Penekanannya adalah misalnya Bea Cukai itu mensyaratkan bahwa barang yang diisi dalam koper itu adalah barang barang yang secara material bisa berada di Arab Saudi. Jadi tentu barang barang yang ilegal itu tidak boleh berada disana. Kemudian dari pihak Bandara itu memastikan barang barang ini aman dari aspek penerbangan, dari kantor pos pun nanti akan mengawal barang ini sampai ke Bandara Djalaludin Gorontalo,” Jelas Kabid Penyelenggaraan Haji Dan Umroh Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Mansur Basir.

Mekanisme dan ketentuan ini pun telah disampaikan kepada seluruh jamaah jauh sebelum keberangkatan ini. Jika ditemukan barang yang dilarang, petugas kemudian akan menyita dan memberikan teguran kepada jamaah. Namun selama pelaksanaan Haji Gorontalo, tak pernah ditemukan hal hal yang dilarang saat proses pemeriksaan koper bagasi jamaah.

Lebih lanjut, Mansur Basir mengatakan berat maksimal koper bagasi yang dibawah jemaah adalah seberat 32 kilogram. Namun koper yang telah disediakan saat ini dipastikan tidak akan melebihi batas maksimal yang ditentukan.

“Kecuali mungkin memang misalnya barang makanan yang berpotensi tidak aman dari aspek kemasannya, misalnya air atau bahan makanan yang mengandung minyak. Kalau kita di Gorontalo misalnya sagela tapi sudah diolah dan berminyak, nah itu akan kita minta untuk diperbaiki kemasannya. Nanti juga akan ada beberapa kursi roda yang akan masuk untuk dikirim bersama koper bagasi ini,” Ujar Mansur Basir.

Untuk mengantisipasi tertukarnya koper jamaah, petugas pun telah menggunakan berbagai macam tanda, mulai dari nama jamaah, penggunaan sabuk koper berdasarkan rombongan, nomor rombongan hingga nomor kloter keberangkatan. Hal ini pun dinilai dapat mengurangi potensi tertukarnya koper bagasi jamaah.

Tim Liputan Dulohupa