Dulohupa.id – Kegiatan sosialisasi dan pelatihan kader kesehatan yang digelar Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama PP ‘Aisyiyah mengangkat isu “Kental Manis Bukan Susu“.
Kegiatan itu dilaksanakan di Gorontalo itu dalam rangka penanganan Stunting. Sehingga diharapkan kebutuhan gizi seorang anak haruslah diperhatikan oleh setiap orang tua.
Ketua harian YACHI, Arif Hidayat mengatakan bahwa kental manis itu sirup dan bukanlah susu. Dirinya juga mengungkapkan bahwa telah banyak persepsi orang tua (di Gorontalo) yang mengira kental manis merupakan susu dan bisa diberikan kepada anak (balita).
“Kalau kental manis itu kandungan utamanya itu gula, 50% (persen) lebih itu gula, dengan susu-nya itu sendiri hanya sekitar 2% (persen) kecil banget,” papar Arif kepada awak media.
“Jadi ngak cocok dengan nama susu didepannya. Jadi YAICI selalu bilang sebenarnya kental manis itu adalah sirup yang beraroma susu,” lanjutnya.
Dirinya mengkhawatirkan kepada masyarakat (orang tua) yang masih memberikan kental manis kepada anaknya, dengan mindset kental manis merupakan susu. Dirinya juga menambah, bahaya ketika orang tua telah memberikan kental manis warna coklat kepada anaknya, pasalnya anak akan tidak lagi mau makan sebab telah mengonsumsi (merasakan) yang manis-manis.
Arif menghimbau kepada masyarakat, agar mulai tersadar dan mulai tidak memberikan kental manis lagi ke anaknya.
“Himbaunya agar tabiat yang selalu orang tua, terutama yang memberikan kepada balitanya (kepada anaknya, keluarganya) sebagai minuman untuk sebisa mungkin tidak lagi diberikan. Kental manis itu tidak lebih hanya sebatas toping perasa bukan sebagai minuman,” tegas Arif.
“Susu yang paling bagus itu ASI, yang kedua itu susu murni (susu segar yang dari sapi atau kambing),” ujarnya lagi.
Reporter: Yayan











