Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONALOLAHRAGAPERISTIWA

PSSI Minta Maaf atas Insiden di Stadion Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang

×

PSSI Minta Maaf atas Insiden di Stadion Kanjuruhan yang Tewaskan Ratusan Orang

Sebarkan artikel ini
Stadion Kanjuruhan
Kerusuhan di Satdion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema vs Persebaya. (Twitter)

Dulohupa.id – Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonésia (PSSI), Mochamad Iriawan menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam atas insiden di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Seperti diketahui, pertandigan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk tim tamu berakhir ricuh seusai laga. Ribuan suporter Arema FC turun ke lapangan meluapkan emosi karena timnya kalah.

Akibat peristiwa ini, 127 orang meninggal dunia yang dua diantaranya polisi. Dari 127 orang, 34 di antaranya meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan. Sementara 93 orang lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Penyebab ratusan orang meninggal di stadion diduga akibat menghirup gas air mata yang ditembakan oleh petugas kepolisian saat menghadang para penonton masuk ke lapangan.

“PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang,” kata Iriawan.

Iriawan menambahkan bahwa PSSI mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus ini. Apalagi kejadian ini sangat mencoreng wajah sepak bola Indonesia.

“Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini,” tukasnya.

Hingga saat ini, Ketum PSSI terus berkoordinasi dengan pihak internal PSSI dan eksternal dalam hal ini aparat penegak hukum dan panpel Arema FC.

Sementara PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam.

‘’Kami masih menunggu laporan resmi dari pengawas pertandingan dan tentu laporan dari Kepolisian. Namun, dari tayangan video di media sosial yang sudah tersebar di mana-mana terlihat ada kerusuhan setelah wasit meniup peluit panjang. Sekali lagi kami masih menunggu laporan apakah ada korban atau tidak,’’ ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Yunus memastikan panitia pertandingan akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan. Selain sanksi denda juga tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa laga.

‘’PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,’’ imbuh Yunus.

Sumber: PSSI