Scroll Untuk Lanjut Membaca
banner
KOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Profil Ismail Madjid, Penjabat Wali Kota Gorontalo yang Ditunjuk Mendagri

×

Profil Ismail Madjid, Penjabat Wali Kota Gorontalo yang Ditunjuk Mendagri

Sebarkan artikel ini
Penjabat Ismail Madjid
Dok: Diskominfo Kota Gorontalo

Gorontalo Ismail Madjid resmi jadi Penjabat Wali Kota Gorontalo usai dilantik Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin di aula rumah jabatan gubernur, Rabu (12/6/2024).

Sebelum dilantik jadi penjabat, Ismail Madjid ditunjuk lansung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) setelah Wali Kota Gorontalo, Marten Taha habis masa jabatan.

Ismail Madjid mengawali karirnya dari tingkat bawah. Pria kelahiran 16 Juli 1966 itu, mengawali karirnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) bertugas di pelaksana kantor Kecamatan Kota Barat pada tahun 1992.

Setahun kemudian, Ismail diangkat sebagai pelaksana harian (Plh) Kasie Pelaporan di Bappeda Kodya Gorontalo. Karena kinerjanya yang baik, Ismail selanjutnya dilantik menjadi Kasie Pertanian Kotamadya Gorontalo di tahun 1995.

Berselang tiga tahun kemudian, alumnus doktor di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu, menjabat Pj Kepala Bidang Ekonomi di Bappeda Kotamadya Gorontalo.

Ismail kemudian naik menjadi eselon IIIa. Ayah dari tiga orang anak tersebut, menjadi Kabid Perencanaan Bappeda Kota Gorontalo pada tahun 2001. Kala itu, Wali Kota Gorontalo dijabat oleh alm. Medi Botutihe.

Di tahun yang sama, tepatnya bulan April, Ismail Madjid yang dikenal sebagai sosok birokrat yang tak banyak bicara, santun dan low profil ini, dipercayakan menduduki jabatan Sekretaris Bappeda.

Delapan bulan kemudian, Ismail kembali mengikuti prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah sebagai Kabag Pembangunan Setda Kota Gorontalo. Karir Ismail di birokrasi terbilang begitu cemerlang.

Buktinya, belum genap dua tahun menjabat sebagai Kabag Pembangunan, Ismail dipilih untuk menakhodai Bappeda Kota Gorontalo. Saat itu, Ismail merupakan pimpinan OPD termuda. Ya, ketika masih berusia 36 tahun, Ismail sudah mendapat kepercayaan yang sangat strategis di pemerintahan.

Enam tahun kemudian, Ismail dua kali diroling. Dia mendapat amanah memimpin Badan Pelaksana, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan yang pada tahun 2009, lembaga itu berganti menjadi Badan Pelaksana, Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Kota Gorontalo.

Di tahun yang sama, figur yang telah mengabdi sebagai ASN selama 31 tahun lebih itu, dipercayakan sebagai Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan.

Hanya tiga bulan tokoh yang merupakan alumni Smansa tahun 1986 itu, mengemban amanah tersebut. Karena diawal tahun 2010, suami dari Suharti Daud, dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah dan Penanaman Modal yang kemudian berganti nama menjadi Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah, dan berganti lagi menjadi Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda).

Kurang lebih tujuh tahun Ismail menduduki kursi Kepala Bapppeda. Di tahun 2017, alumnus LAN dengan predikat memuaskan ini, dipilih menjadi Sekda Kota Gorontalo hingga pada akhirnya Ismail dipercayakan Mendagri untuk mengisi jabatan Pj Wali Kota Gorontalo.

Sejumlah kalangan menilai, keputusan Tito Karnavian menunjuk Ismail Madjid sangatlah tepat. Betapa tidak, dengan segudang pengalaman yang dimilikinya, Ismail pasti bisa melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.

Dengan kapasitas yang dimiliki, Kota Gorontalo ditangan Ismail Madjid yang merupakan seorang Birokrat, bisa melanjutkan keinginan para pendahulunya meskipun untuk waktu yang singkat.(*)