Gorontalo – Polresta Gorontalo Kota masih melakukan penyelidikan dugaan keracunan makanan di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Kejadian ini sebabkan 8 orang yang 7 diantaranya anak-anak alami sakit perut dan muntah-muntah usai konsumsi mie goreng di acara ulang tahun salah satu korban. Polisi telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pemilik hajatan.
Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit Otanaha.
Awalnya mengunsumsi mengkonsumsi makanan berupa mie goreng, nasi goreng dan beberapa makanan lainnya. namun setelah memakan makanan tersebut para korban mengalami gejala mual dan muntah.
“Jadi dari Hasil pemeriksaan dari dokter yang langsung menangani para korban, bahwa mereka mengalami keracunan dari makanan yang dikonsumsi hingga alami muntah-muntah, mual dan diare,” jelas Kombes Ade.
Adapun korban anak yakni AW 3 tahun, MA 4 tahun, NA 2 tahun, IH 6 tahun, MS 4 tahun, RP 11 tahun, dan ARH 15 tahun, serta 1 orang dewasa MP 23 tahun.
“Kami masih terus melakukan penyelidikan dan menunggu hasil laboratorium sampel makanan yang di uji BPOM, sementara untuk para korban sudah membaik,” ujar Kapolresta Gorontalo Kota.
Sebelumnya Marni yang merupakan keluarga salah satu korban menjelaskan, keracunan berawal dari acara selamatan 4 tahun keponakannya yang digelar di rumah pada Senin (05/8/2024) kemarin.
Sebelum acara syukuran dimulai, pemilik hajatan membeli mie olahan di salah satu pabrik mie yang ada di Kelurahan Biawu.
“Mie yang dibeli dimasak menjadi mie goreng disajikan setelah doa selamatan,” ujar Marni, bibi korban.
Lanjut Marni, setelah mengonsumsi mie goreng, satu persatu korban mulai merasakan sakit perut dan muntah-muntah.
“Mereka alami muntah-muntah, korban pertama sekitar jam 5 sore kemarin. Kemudian korban lainnya menyusul alami muntah-muntah. Jadi setiap korban merasakan sakit perut di jam yang berbeda. Satu dewasa, tujuh anak-anak,” ungkap Marni.
Redaksi











