Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

- Advertisement -

Polda Gorontalo Ringkus Dua Warga yang Mendagangkan Merkuri

Dulohupa.id- Polda Gorontalo meringkus dua warga Kota Gorontalo yang mendagangkan merkuri atau air raksa. Merkuri ini rencananya digunakan untuk aktivitas pertambangan. Dari keduanya tim Direkskrimsus Polda Gorontalo mengamankan sedikitnya tujuh kilogram merkuri dan uang tunai sebanyak 20 juta rupiah.

Kepala Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Gorontalo Kombes Sumitro mengatakan, diringkusnya kedua orang tersebut, berawal dari pengembangan kasus sebelumnya, yakni tertangkapnya RK, warga Hulontalangi, Kota Gorontalo.

“Dari tangan RK ini polda mengamankan tiga kilogram merkuri yang diisi di dalam kemasan botol plastik. Dari keterangan RK, merkuri tersebut ia dapatkan dari UY yang menurutnya sebagai salah satu pemasok mineral jenis merkuri di Gorontalo,” jelas Sumitro menceritakan kronologi penangkapan.

Lanjut Sumitro, atas informasi dari RK tersebut, UY warga Kota Barat, Kota Gorontalo itu langsung diringkus. Dari penggeledahan terhadap UY, ditemukan sedikitnya empat kilogram merkuri dan uang sebanyak 20 juta rupiah.

“Saudara UY ini merupakan residivis dengan perkara yang sama di Polda Sulawesi Utara dan baru bebas menjalani hukuman sekitar 6 bulan lalu,” ungkapnya.

Akibat perbuatan tersebut, kedua pelaku, RK dan UY dikenakan pasal 161 UU No 3 tahun 2020 atas perubahan terhadap UU No 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sementara itu, pemerintah sendiri telah menetapkan untuk mengurangi dan menghapus peredaran merkuri berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri.

Dikutip dari mongabay.co.id, merkuri adalah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dilarang di seluruh dunia berdasarkan Konvensi Minamata untuk Merkuri. Indonesia meratifikasi konvensi ini pada 19 Oktober 2017 dan diperkuat melalui Undang-undang No.11/2017 tentang Pengesahan Konvensi Minamata tentang merkuri.

Reporter: Mega