Dulohupa.id – Upaya menjaga kestabilan harga beras di Provinsi Gorontalo terus dilakukan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Menteri Pertanian dan Kapolri di Jakarta, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Polda Gorontalo dengan mengundang sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Pangan Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Ramdhan Pade, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk menekan kenaikan harga beras yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, tim dari Dinas Pangan akan turun langsung ke lapangan guna memantau harga beras dan memastikan tidak ada pelaku usaha yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).
“Beberapa daerah memang mengalami kenaikan harga beras dalam beberapa waktu terakhir. Faktor utamanya adalah meningkatnya biaya produksi di tingkat petani, termasuk harga gabah yang ikut naik. Kondisi ini secara nasional turut mendorong naiknya harga beras di pasaran,” jelas Ramdhan, Rabu (22/10/2025).
Selain memantau harga, kerja sama antara Dinas Pangan dan Polri juga difokuskan pada pengawasan distribusi beras di wilayah Gorontalo. Melalui Satgas Pangan Polda Gorontalo, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kini mulai disalurkan ke pasar tradisional dan ritel modern.
Langkah tersebut, kata Ramdhan, merupakan bagian dari strategi untuk memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat. “Harapan kami, masyarakat dapat membeli beras dengan harga yang wajar dan mudah dijangkau. Selain itu, Polri dan TNI juga turut melaksanakan program Gerakan Pangan Murah dengan menjual beras SPHP di berbagai lokasi,” tutupnya.
Reporter: Maya












