Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONAL

Piala Dunia 2026: Deposit Judol Pakai QRIS Paling Banyak

×

Piala Dunia 2026: Deposit Judol Pakai QRIS Paling Banyak

Sebarkan artikel ini
Judol Piala Dunia
Ilustrasi Judol pakai QRIS. DOk: DUlohupa

Dulohupa.id – Pesta sepak bola dunia empat tahunan tengah berlangsung. Sebanyak 48 tim sedang berjuang untuk meraih kemenangan pada ajang yang paling bergengsi ini.

Saat ini, hampir mustahil disetiap lorong atau jalan atau bahkan disetiap depan rumah masyarakat yang tak mengibarkan bendera negara jagoannya. Harapnya satu, yaitu kemenangan untuk tim yang didukungnya, bahkan terlebih bisa menyaksikan trofi piala dunia itu bisa diangkat.

Dari suara teriakan goallll para fans, nongkrong menanti penampilan kesebelasan jagoan, ada satu instrumen yang juga cukup perlu perhatian. Yaa, soal judi online (judol).

Pasalnya, soal ini cukup menyita perhatian. Mengapa tidak, sedari awal, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah mewaspadai potensi lonjakan aktivitas judol selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Hal ini menjadi salah satu perhatian utama, dimana transaksi judol mengalami peningkatan yang cukup signifikan saat turnamen piala dunia ini berlangsung.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, terjadi peningkatan transaksi deposit judol saat turnamen sepak bola dunia tersebut.

“Dari riwayat aktivitas transaksi, deposit judi online cenderung meningkat pada periode akhir pekan dan melonjak pada periode turnamen besar sepak bola,” ujar Ivan pada Rabu (17/06/2026) lalu.

Dijelaskan, bahwa pola transaksi ini tak jauh berbeda dengan praktik judol lain. Meski begitu kata Ivan, jumlah transaksi pada taruhan sepak bola cenderung lebih besar dari permainan judol kasino.

Selain itu, tercatat juga metode pembayaran paling banyak menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

“Sebagaimana aktivitas transaksi deposit judol pada umumnya saat ini pola umum deposit taruhan sepak bola menggunakan metode QRIS,” pungkasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa siklus uang judol mencapai Rp 40,3 triliun pada triwulan pertama tahun 2026. Menurutnya, jumlah ini tak jauh beda pada triwulan pertama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 47 triliun.

“Berdasarkan analisis PPATK, data kuartal I 2026 saja menunjukkan bahwa nilai deposit perjudian online mencapai 10,6 triliun dengan perputaran mencapai 40,3 triliun,” jelasnya.

Menurut Ivan, dari hasil data ini masih menunjukkan perputaran dana dan deposit judol dari masyarakat masih cukup tinggi. Dan ini menjadi salah satu ancaman kepada masyarakat yang terlibat atau mungkin tergiur untuk ikut merasakannya.

Sementara itu, lebih lanjut, Ketua Tim Humas PPATK, Tri Andriyanto menerangkan bahwa penggunaan QRIS pada transaksi judol telah lazim sejak 2025 silam. Tri mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2025, sejumlah 389 juta kali transaksi judol tercatat. Dari data ini, sebanyak 54 persen menggunakan QRIS, dan jika dihitung dari nilainya mencapai Rp 19,35 triliun rupiah.

“Pada tahun 2025, PPATK menemukan frekuensi transaksi sebesar 389 juta kali,” ucap Tri.

“Mayoritas transaksi tersebut dilakukan menggunakan QRIS yang juga menyumbang nominal terbesar sekitar 19,35 triliun, sementara bank dan e-wallet berkontribusi 46 persen atau sekitar 16,66 triliun,” lanjutnya.

Menurut Tri, hal ini menunjukkan ancaman cukup serius yang kian mendekat ke masyarakat, dimana penggunaan media QRIS saat deposit judol makin marak. Pasalnya, kemudahan akses digital seharusnya untuk membantu masyarakat, namun malah digunakan pada kegiatan ilegal.

“Kemudahan akses digital yang seharusnya digunakan untuk memudahkan transaksi, tetapi malah digunakan untuk aktivitas illegal,” pungkasnya.

Redaksi