Untuk Indonesia

Petani Gigit Jari, Beras Impor Kuasai Pasar Gorontalo

Dulohupa.id- Petani di Kecamatan Boliyohuto dan Kecamatan Batudaa terpaksa harus gigit jari. Sebab, saat hasil panen mereka kalah bersaing dengan beras impor. Buntutnya, para petani ini kesulitan memasarkan hasil pertaniannya. Pemilik gilingan maupun gudang penyimpanan rata-rata menolak membeli hasil panen mereka.

Priyatno Marsono, ketua kelompok tani “Marsudi Luhur” di Kecamatan Boliyohuto mengeluhkan persoalan ini kepada DPRD setempat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Selasa (2/2) di Kantor DPRD Kabupaten Gorontalo, ia mengungkapkan bahwa memang para petani kesulitan memasarkan hasil pertaniannya. Hal itu lantaran banyak beras impor yang mulai menguasai pasar Gorontalo.

“Keluhan kami para petani saat ini mengenai pemasaran beras yang cukup sulit, jadi saat ini kami tidak bisa menjual beras. Ini gara-gara ada beras dari luar daerah yang sudah menguasai (pasar) daerah Gorontalo,” ungkap Priyatno Marsono.

Menyoal kualitas, Priyatno memang mengakui jika beras mereka sudah cukup bagus, meski tidak lebih bagus dari beras impor. Meski begitu kata dia, itu akibat dari pengolahan hasil pertanian yang masih sederhana. Makanya ia berharap, ada dukungan pemerintah kepada petani, agar beras yang mereka hasilkan tidak akan kalah bersaing dengan beras impor.

“Sudah beberapa musim kemarin kami gagal panen, tapi di saat kami sudah bisa panen, untuk menjual hasil panen kami saja sulit. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami akan kehabisan modal. Kondisi seperti ini sudah kami rasakan kira-kira sudah satu tahun lebih,” tandasnya

Priyatno pun berharap, RDP tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang solutif dari pihak DPRD dan Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gorontalo, Gusti Tomayahu mengungkapkan, bahwa memang distributor melihat kualitas beras untuk dipasarkan.

“Jadi untuk masalah ini kami dari Disperindag masih akan melakukan evaluasi bersama dinas terkait dan melakukan pertemuan dengan Bulog, untuk membicarakan apakah mereka bisa menampung ini sebagai cadangan pangan di Kabupaten Gorontalo,” tambahannya.

Makanya ia pun mengimbau, jika ingin dilirik oleh konsumen, maka petani mesti memperbaiki kualitas hasil pertaniannya.

“Kualitas harus di perhatikan, karena kalau kualitasnya tidak bagus, sulit juga untuk memasarkan,” tandasnya.

Reporter: Fandiyanto Pou

Comments are closed.