Untuk Indonesia

Persentase Stunting di Pohuwato Turun 15,08 Dalam Empat Tahun

Dulohupa.id-Persentase stunting di Pohuwato turun 15,08 dalam empat tahun. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pohuwato, Irfan Saleh mengungkapkan, persentase pada 2017 mencapai 22,42, namun pada 2020 turun menjadi 7,34 persen.

“Jadi untuk stunting Pohuwato pada tahun 2020 data sementara itu, untuk skala kabupaten kita ada di 7,43 persen capaiannya. Turun dari tahun kemarin. Dan ini membaik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Irfan Saleh belum lama ini kepada dulohupa.id.

Baca Juga:  Penentuan Zakat Fitrah Kabupaten Bone Bolango di Tengah Pandemi Covid-19

Menurutnya, penurunan persentase stunting di Pohuwato karena pemerintah setempat konsisten melaksanakan program-program penanganan stunting. Selama empat tahun kata dia, pemerintah terus fokus menurunkan angka tersebut.

Ia menjelaskan, program tersebut antara lain mengampanyekan kepada masyarakat dalam  mengonsumsi pangan sehat, serta program masyarakat gemar makan ikan segar. Program-program ini kata dia, membantu masyarakat mendapatkan asupan makanan yang kaya gizi dan nutrisi.

Baca Juga:  303 Warga Binaan Lapas Kelas II A Gorontalo Terima Remsi Khusus lebaran Idul Fitri 1440 H

“Capaian ini karena pemerintah konsisten, kita mengarahkan ke dinas perikanan untuk melaksanakan pembagian ikan segar, juga melalui dinas pertanian ada pemberian buah-buahan dan sayur-sayuran segar, dan dinas pangan ada bantuan pangan,” tuturnya.

Irfan pun menjelaskan, bahwa stunting sendiri salah satunya karena adanya sanitasi yang buruk dalam lingkungan tempat tinggal masyarakat.

“Jika pengelolaan jamban dan tinja tidak ditangani, maka bisa menyebabkan infeksi kepada anak-anak dan berdampak pada tumbuh kembang mereka tidak bagus, sehingga berpotensi terjadi stunting,” tutup Irfan.

Baca Juga:  Masuk New Normal, Limboto Akan Jadi Lokasi Kawasan Disiplin Protokol Kesehatan

Stunting sendiri adalah kondisi gagal pertumbuhan pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Reporter: Zulkifli Mangkau

Comments are closed.