Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINENASIONAL

Perpanjangan Izin Freeport, Kebijakan Pro Kapitalis?

21
×

Perpanjangan Izin Freeport, Kebijakan Pro Kapitalis?

Sebarkan artikel ini
Izin Freeport
Tambang Freeport (Net)

Penulis: Hanifa Rasyida (Aktivis Muslimah)

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) resmi mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.25 tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Melalui aturan tersebut, Pesiden Jokowi resmi memberikan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada PT Freeport Indonesia sampai dengan masa umur cadangan tambang perusahaan.

Namun demikian, terdapat syarat lagi bagi PTFI untuk mendapatkan perpanjangan tersebut. Salah satunya Freeport harus memberikan saham 10% lagi kepada Pemerintah Indonesia, sehingga kepemilikan Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 61% dari saat ini 51%.

Ketentuan perpanjangan IUPK Freeport termuat pada Pasal 195A dan Pasal 195B dalam PP yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dan ditetapkan dan berlaku efektif pada 30 Mei 2024 tersebut. Pada Pasal 195A tertulis bahwa, IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195 merupakan IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian. (Dilansir oleh sindo new.com 31 Mei 2024).

Melanggengkan Penjajahan

Perpanjangan kontrak yang akan dilakukan pemerintah dengan Freeport mengonfirmasikan ketakberdayaan pemerintah di hadapan PT Freeport. Menteri Investasi sesumbar mengatakan bahwa perpanjangan kontrak tetaplah menguntungkan Indonesia sebab saat ini pemerintah sudah memegang saham Freeport sebanyak 51%.

Namun faktanya, ada kejanggalan dan pertanyaan terkait kepemilikan 51% saham PT Freeport oleh PT Inalum. Apalagi, disinyalir sumber dana yang dipakai PT Inalum yang merupakan BUMN ternyata dari obligasi internasional. Pakar Ekonomi Islam Dr. Arim Nasim menyebut bukan mustahil pemegang obligasi ada Amerika juga. Jika itu terjadi, sejatinya pembelian saham PT Freeport oleh PT Inalum hanya berpindah bentuk saja, tetapi sama-sama mengalirkan keuntungan pada Amerika.