Dulohupa.id – Desa Tanggilingo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango berstatus desa mandiri dan disematkan sebagai objek wisata kue Karawo di Gorontalo.
Kepala Desa (Kades) Tanggilingo, Mohamad S Badu mengatakan bahwa peralihan status desa menjadi mandiri berkat terobosan-terobosan baru yang dilakukan pihaknya serta tidak terlepas dari kerjasama dan perjuangan Pemerintah Desa (Pemdes) dengan semua unsur masyarakatnya.
Menurut Mohamad bahwa pada awal dirinya dilantik menjadi Kades tahun 2020 atau ayahanda dalam penuturan masyarakat sekitar, Desa Tanggilingo masih berstatus desa berkembang. Dua tahun setelahnya beralih menjadi desa maju, hingga berstatus desa mandiri pada beberapa bulan selanjutnya.
Kata Mohamad, untuk menjadi desa mandiri harus banyak terobosan yang dilakukan, tidak ketergantungan dari anggaran dana desa (ADD). Pasalnya, porsi dana desa sendiri pada dasarnya telah mempunyai pos-pos sendiri yang telah ditetapkan dari kementerian desa.
“Program pemerintah pusat, program pemerintah provinsi, kami bagaimana cara agar dana dari provinsi bisa mengalir ke desa kami. Terutama bantuan Mahyani, bantuan UMKM. Banyak bantuan UMKM itu ke desa kami,” ujar Mohamad kepada Dulohupa, Jumat (14/06/2024).
“Desa Tanggilingo ini menjadi desa wisata karawo, dan menjadi kampung ‘lo kukisi’ (kampung kue karawo),” lanjutnya.

Desa Tanggilingo menjadi kampung ‘lo kukisi’ menurutnya bukan sekedar pengklaiman sepihak, melainkan telah ada akta dari pemerintah Bone Bolango yang di mana pusat dari kue karawo ada di desanya.
Di hari yang sama, Desa Tanggilingo mewakili Kabupaten Bone Bolango dalam ajang lomba desa tingkat provinsi. Desa Tanggilingo diharapkan menjadi desa percontohan untuk desa-desa lainnya, itupun yang menjadi harapan bupati Bone Bolango menurut ayah Mohamad.
“Harapan saya, kita sedang melakukan yang terbaik terutama dari lomba desa. Insya Allah kedepan kita bisa juara satu. Jika di lomba desa ini kita juara satu, itu karena perjuangan pemerintah desa dan masyarakat,” tutupnya.
Reporter: yayan











