Dulohupa.id – Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga resmi memulai perjalanan mereka sebagai bagian dari pertahanan negara. Para abdi negara ini terpilih untuk mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) tahun anggaran 2026.
Upacara pembukaan yang berlangsung khidmat ini menandai transformasi para ASN dari meja birokrasi ke barak militer. Selama 1,5 bulan ke depan, mereka akan ditempa di enam lembaga pendidikan TNI yang berbeda sesuai dengan penempatan yang telah ditentukan.
Bukan Wajib Militer, Melainkan Panggilan Hati
Kepala Badan Cadangan Nasional Kemenhan, Letjen TNI Gabriel Lema, menegaskan bahwa keikutsertaan ASN dalam program ini bukanlah bentuk wajib militer.
“Ini bukan wajib militer, ya. Ini dilakukan secara sukarela. Kita bersyukur dalam konteks sukarela ini, semua terpaut hati untuk menyatukan sikap bahwa negara adalah segala-galanya,” ujar Letjen Gabriel saat memberikan keterangan di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (22/4/2026).
Selain dipersiapkan untuk membela negara dalam kondisi genting, pelatihan ini memiliki misi khusus bagi birokrasi Indonesia.
Kemenhan menargetkan adanya perubahan karakter yang signifikan pada diri ASN, terutama dalam hal kedisiplinan dan etos kerja.
Letjen Gabriel berharap, setelah kembali ke instansi masing-masing, para alumni Komcad ini dapat memberikan dampak positif dan menjadi teladan bagi rekan sejawatnya.
”Fokus utamanya adalah perubahan sikap dan pengaruh baik yang dibawa kembali. Kalau dia hanya biasa-biasa saja (setelah latihan), saya kira itu berjalan normal saja, tapi kita harapkan ada dampak luar biasa pada kinerja mereka,” tambahnya.
Pelatihan ini disebut-sebut dapat menjadi poin tambahan atau credit point bagi para peserta. Meski demikian, pemerintah menekankan bahwa motivasi utama bukanlah sekadar mengejar poin administratif, melainkan pengembangan diri dan komitmen terhadap kedaulatan bangsa.
Program Komcad sendiri telah digulirkan sejak tahun 2021. Jika pada tahun-tahun awal program ini lebih banyak menyasar masyarakat umum, kini pemerintah mulai menyasar birokrasi secara bertahap, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Langkah ini diambil untuk memperbesar dan melipatgandakan kekuatan Komponen Utama (TNI) dengan dukungan dari warga negara yang memiliki keahlian khusus dan disiplin militer dasar. Dengan bergabungnya ASN, sistem pertahanan semesta Indonesia diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai hakikat ancaman di masa depan.











