Scroll Untuk Lanjut Membaca
BUDAYAKOTA GORONTALO

Peringati Haul Aba Idu, Warga Sipatana Gelar Doa Bersama dan Khatam Kitab Sirruashror

116
×

Peringati Haul Aba Idu, Warga Sipatana Gelar Doa Bersama dan Khatam Kitab Sirruashror

Sebarkan artikel ini
Warga Sipatana
Doa Haul KH Ridwan Podungge yang digelar oleh Badan Pengurus Ta'mirul Mesjid Turobunnur Sipatana. Foto/yayan

Dulohupa.id – Pengurus Badan Ta’mirul Masjid Turobunnur Sipatana mengelar doa haul Kiai Haji (KH) Ridwan Podungge (Aba Idu) di masjid setempat, Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Kamis (13/06/2024).

KH Ridwan Podungge atau sapaan akrabnya ‘Aba Idu’ merupakan tokoh yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Gorontalo. Ia pendiri dari Majelis Turobunnur yang ada di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Aba Idu lahir pada tanggal 20 November 1945 yang terkenal dengan istilah kamus berjalan, dimana dirinya mampu menerjemahkan bahasa Arab langsung ke bahasa Gorontalo tidak hanya itu ia pun merupakan seorang ahli kitab. Kesabaran dalam mengajar, yang dibarengi dengan sikap humanis menjadi dasar cara mendidik Aba Idu di majelisnya.

Aba Idu
KH Ridwan Podungge ‘Aba Idu’ Pendiri Majelis Turobunnur. Foto/Dulohupa

Aba Idu sangat dihargai para muridnya. Ia sebenarnya memiliki hasrat untuk mendirikan pesantren, namun karena kurang pengalaman di dunia pesantren, ia akhirnya mendirikan Majelis Pengajian Turobunnur.

Aba Idu adalah salah satu ulama turut andil mempertahankan kearifan lokal Gorontalo. Ia tidak mempertentangkan amalan-amalan yang dipadukan dengan lokalitas, sepanjang masih bersesuaian dengan syariat islam.

Sepeninggal Aba idu pada tanggal 13 Juni 2009, makamnya sering di ziarahi berbagai kalangan termasuk para murid-muridnya. Majelis Turabunnur yang merupakan warisannya kini diasuh anaknya KH Helmi Podungge. Majelis ini masih bertahan dan mengajarkan berbagai kitab yang pernah dibaca Aba Idu.