Dulohupa.id – Pengurus Badan Ta’mirul Masjid Turobunnur Sipatana mengelar doa haul Kiai Haji (KH) Ridwan Podungge (Aba Idu) di masjid setempat, Kelurahan Bulotadaa Timur, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo, Kamis (13/06/2024).
KH Ridwan Podungge atau sapaan akrabnya ‘Aba Idu’ merupakan tokoh yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Gorontalo. Ia pendiri dari Majelis Turobunnur yang ada di Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.
Aba Idu lahir pada tanggal 20 November 1945 yang terkenal dengan istilah kamus berjalan, dimana dirinya mampu menerjemahkan bahasa Arab langsung ke bahasa Gorontalo tidak hanya itu ia pun merupakan seorang ahli kitab. Kesabaran dalam mengajar, yang dibarengi dengan sikap humanis menjadi dasar cara mendidik Aba Idu di majelisnya.

Aba Idu sangat dihargai para muridnya. Ia sebenarnya memiliki hasrat untuk mendirikan pesantren, namun karena kurang pengalaman di dunia pesantren, ia akhirnya mendirikan Majelis Pengajian Turobunnur.
Aba Idu adalah salah satu ulama turut andil mempertahankan kearifan lokal Gorontalo. Ia tidak mempertentangkan amalan-amalan yang dipadukan dengan lokalitas, sepanjang masih bersesuaian dengan syariat islam.
Sepeninggal Aba idu pada tanggal 13 Juni 2009, makamnya sering di ziarahi berbagai kalangan termasuk para murid-muridnya. Majelis Turabunnur yang merupakan warisannya kini diasuh anaknya KH Helmi Podungge. Majelis ini masih bertahan dan mengajarkan berbagai kitab yang pernah dibaca Aba Idu.
Peringatan Hawul Almarhum Aba Idu diawali dengan salat Isya bersama, kemudian dilanjutkan dengan salat tasbih dan doa solawat/rhatib.
Selain pelaksanaan haul, terdapat dua kegiatan lainnya yang digelar sekaligus yaitu doa khatam Kitab Sirruashror majelis tasawuf dan Peresmian tempat wudhu wanita oleh Camat Sipatana, Lukman Laisa.
Majelis tasawuf sendiri merupakan majelis yang digagas oleh sejumlah jamaah Masjid Turobunnur Sipatana pada 6 Mei 2023 yang dipimpin langsung oleh murid dari aba Idu yaitu Kiyai Haji Helmi Podungge yang merupakan Qodhi Kabupaten Bone Bolango dan Sabrin Gani salah satu imam di Masjid Turobunnur Sipatana.

Foto: Dok dulohupa.id
Tujuan dibentuknya majelis tasawuf tersebut yaitu selain meneruskan cita-cita Aba Idu, juga sebagai bentuk syiar dan dakwah dalam bidang ilmu tasawuf.
Ketua Ta’mirul Masjid Turobunnur Sipatana, Alwi Podungge menjelaskan bahwa Haul merupakan tradisi peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima Allah sekaligus mengenang keteladanan semasa hidup dari tokoh yang diperingati tersebut.
“Syukur Alhamduliah kegiatan pada malam ini bisa terlaksana dengan lancar. Insya Allah tiga kegiatan yang kita laksanakan yakni Do’a Haul KH Ridwan Podungge, Pengresmian tempat wudhu wanita dan doa khatam Kitab Sirruashror mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT,” ujar Alwi dalam sambutannya.
Sementara itu, Camat Sipatana, Lukman Laisa juga ikut mengucapkan terima kasih kepada jemaah masjid yang telah mensedekahkan hartanya sehingga pembangunan tempat wudhu bagi perempuan dapat selesai.
“Insya Allah, dengan pembangunan tempat wudhu perempuan ini bisa menjadi contoh untuk jemaah mesjid yang lain,” imbuh Camat dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus ta’mirul juga membagikan infak kepada jemaah mesjis Turobunnur Sipatana sebagai wujud syukur dalam menyambut hari raya Idul Adha.

Reporter: Yayan












