Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialKOTA GORONTALOPEMKOT GORONTALO

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Gorontalo Gelar Gerakan Pangan Murah

307
×

Peringati Hari Pangan Sedunia, Pemkot Gorontalo Gelar Gerakan Pangan Murah

Sebarkan artikel ini
Pangan Murah
Suasana gerakan pangan murah di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Foto: Kris/Dulohupa

Dulohupa.id – Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia dan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di masyarakat, pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar Gerakan pangan murah, Senin (16/10/2023).

Tak hanya sekali, pemerintah Kota Gorontalo telah konsisten dan berkomitmen dalam menggelar pangan murah di sejumlah wilayah Kota Gorontalo. Hal tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat akan kebutuhan pangan yang terus mengalami kenaikan harga.

Sehingga, sebagai rangkaian memperingati hari pangan sedunia ke-43, yang dilaksanakan secara serantak di 480 titik Indonesia, pemerintah Kota Gorontalo kembali menggelar pangan murah yang dipusatkan di Lapangan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Kepala Dinas Pangan Kota Gorontalo, Fitri Bagu mengungkapkan bahwa hingga saat ini pemerintah Kota Gorontalo telah melaksanakan gerakan pangan murah (GPM) sebanyak 16 kali. Diantaranya 11 kali GPM Non Subsidi dan 5 kali GMP bersubsidi.

“Pemerintah Kota Gorontalo memberikan anggaran APBD sebesar 450 juta yang diperuntukkan untuk 6000 keluarga penerima manfaat. Pemerintah Kota Gorontalo memberikan subsidi untuk 7 komoditi strategis sebesar 50-60 persen setiap komoditi,” Ungkap Kadis Pangan Kota Gorontalo, Fitri Bagu, Senin (16/10/2023).

Ketujuh komiditi tersebut diantaranya adalah beras, gula, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Dimana ketujuh komiditi tersebut merupakan kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh masyarakat. Setidaknya ada sebanyak 500 kupon yang disebar untuk masyarakat di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.

Semntara itu, Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengajak agar seluruh Stakeholder maupun organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak bersama untuk membantu masyarakat agar dapat membeli barang-barang kebutuhan pokok. Sehingga dengan keterjangkauan harga dan stabilitas pasokan bahan pokok tidak akan membuat masyarakat kelaparan ditengah naiknya harga kebutuhan ditengah masyarakat.

Reporter: Kris