Scroll Untuk Lanjut Membaca
AdvertorialPEMKOT GORONTALO

Pengurus PHBI Kota Gorontalo Dilantik, Ini Harapan Marten Taha

×

Pengurus PHBI Kota Gorontalo Dilantik, Ini Harapan Marten Taha

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha bersama Wakil WaliKota, Ryan F.Kono dan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat foto dengan Pengurus PHBI periode Tahun 2021-2024 usai pelantikan/Yunita Humola
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha bersama Wakil WaliKota, Ryan F.Kono dan Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat foto dengan Pengurus PHBI periode Tahun 2021-2024 usai pelantikan/Yunita Humola

Dulohupa.id- Wali Kota Gorontalo, Marten Taha melantik pengurus Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kota Gorontalo periode Tahun 2021-2024 di Masjid Agung Baiturrahim. Senin (9/8). 

“Diharapkan mulai hari ini dan seterusnya (PHBI) akan lebih eksis dan maju. Serta aktif dalam hal pengembangan syiar Islam,” ucap Marten dalam sambutannya. 

Ia menjelaskan, PHBI adalah sebuah wadah untuk menuangkan gagasan dalam melestarikan nilai dan budaya Islam. Ini bertujuan untuk membawa kedamaian dan kebangkitan peradaban Islam di Kota Gorontalo. 

“PHBI harus pro aktif bergerak sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Khususnya dalam bidang pengembangan spiritual,” imbuhnya. 

“Saya yakin dan percaya, di bawah kepemimpinan Bapak Deddy Kadullah PHBI Kota Gorontalo akan mampu mengembangkan diri,” tandas Marten. 

Berikutnya, Ketua Umum PHBI yang baru dikukuhkan, Deddy Kadullah menyebutkan sudah memiliki gambaran program kerja yang akan dilaksanakan selama masa kepemimpinannya. 

“PHBI akan segera bergerak, tentu sebelumnya kami akan menyusun rencana dulu,” ungkap Deddy.

Ia mengaku di masa kepemimpinannya mungkin akan terasa sulit, disebabkan adanya kemungkinan pandemi masih berlanjut. Namun, dia bersama jajaranya akan berusaha untuk mewujudkan harapan dari masyarakat dengan menyiarkan makna-makna hari besar islam secara online. 

“PHBI bertugas menyemarakkan Hari-hari Besar Islam dan menyiarkan maknanya. Akan tetapi kondisi pandemi seperti saat ini secara faktual tidak bisa dilakukan namun secara aktual bisa, melalui sosmed misalnya,” pungkas dia. 

Reporter: Yunita Humola