Dulohupa.id- Kebijakan Pemerintah Gorontalo mengeluarkan aturan ‘naik bentor harus vaksin’, dianggap justru merugikan para pengemudi bentor.
Sebab, kebijakan yang dikeluarkan untuk menggenjot angka vaksinasi ini, dianggap sama sekali tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Apalagi kepada mereka pengemudi bentor yang bergantung pada jumlah penumpang setiap harinya.
Seperti yang diungkapkan oleh Imran saat ditemui dulohupa.id. Ia secara pribadi mengaku, terbebani dengan kebijakan tersebut. Lagi-lagi kata Imran, kebijakan itu sangat menyengsarakan mereka pengemudi bentor.
“Jelas ini merugikan kami pak, kami yang korban. Apalagi situasi pandemi saat ini, tidak kami mintakan kartu vaksin saja belum tentu penumpang mau naik bentor kami apalagi sudah kami persyaratkan itu.” ungkap Imran saat ditemui oleh dulohupa.id di pangkalan pasar tua.
Imran pun menilai, seharusnya pemerintah meninjau dulu situasi di lapangan sebelum membuat aturan.
“Seharusnya pemerintah liat dulu situasi di lapangan sebelum membuat aturan. Di sini kami yang kena, Pak. Jelas penumpang kami akan berkurang, mereka mungkin akan lebih memilih pakai kendaraan pribadi ketimbang menggunakan jasa kami” ujar Imran dengan nada kecewa.
Senada dengan itu, salah satu anggota Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Supangkat Nusi juga mengungkapkan, bahwa memang aturan ini rancu. Penerapannya pun kata dia, akan kurang maksimal.
“Jelas ini rancu (kebijakan itu). Pertanyaan saya mau ditujukan ke siapa ini kartu vaksin? Kalo ke pengemudi bentor saja jelas tidak efektif. Pengemudi bentor tidak akan terlalu memperdulikan syarat tersebut ke penumpangnya.” ujar Supangkat saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna tingkat 2 di Kantor DPRD Kota Gorontalo.
Reporter: Reinaldi Julfirman











