Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANLINGKUNGANPEMPROV GORONTALO

Pengadaan Alat Pengelolaan Limbah Medis di Gorontalo alami Kendala

×

Pengadaan Alat Pengelolaan Limbah Medis di Gorontalo alami Kendala

Sebarkan artikel ini
Limbah Medis Gorontalo
Ilustrasi Limbah Medis. (F: Liputan6)

Dulohupa.id – Pengadaan alat pengelolaan limbah medis di Gorontalo mengalami beragam kendala, mulai dari perizinan hingga ketidakpastian sumber anggaran yang akan digunakan pada progres tersebut.

Kabid Penataan dan Pengkajian Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Nasrudin saat diwawancarai Rabu (19/10/2022) mengungkapkan, rencana pengadaan alat limbah medis di Gorontalo memang terbilang sangat lama dan banyak kendala yang ditemui dalam proses pengurusannya. Pengajuannya sejak 2019, masuk list pada 2020 kemudian dari 2021, hingga saat ini masih menunggu penerbitan izin.

Namun Nasrudin menyebut, pengadaan alat pengelolaan limbah medis tinggal menunggu izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pengawalan untuk menyelesaikan segala administrasi perizinan. Sejauh ini untuk progres pengurusan izin AMDAL di KLHK sudah mulai berjalan dan tinggal menunggu ditandatangani menteri KLHK.

“Kalau kemarin kan kendalanya ada di kementerian, dimana izin di bagian AMDAL sempat tidak terproses lumayan lama, sementara dari bagian Limbah B3 sudah kasih Surat Rekomendasi. Tapi alhamdulilah mulai diproses dan ada perkembangan, bulan November itu dikatakan sudah bisa diterbitkan izinnya,” ungkapnya.

Sementara sumber anggaran yang rencananya akan menggunakan dana PEN dari Pemerintah daerah, telah dikembalikan karena perizinan hingga saat ini belum diterbitkan.

Namun kata Nasrudin, sumber anggaran pengadaan alat pengelolaan limbah medis berasal dari investor dan dana hibah dari KLHK. Sebab jika kedua sumber anggaran tersebut tidak diperoleh maka pengadaan alat pengelolaan limbah medis yang diwacanakan akan tertunda.

“Awalnya rencana kita itu sebenarnya dana hibah bukan dana PEN, PEN itu hanya dana pendukung saja dan cuman untuk pembangunan gedungnya, kalo alatnya itu hibah dari KLHK. Jadi kita lebih prioritas berharap di dana hibah itu daripada Investor,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan, sebenarnya sudah ada insvestor yang berminat untuk bekerjasama, jika perizinannya sudah terbit.

“Ada investor ini sudah dua yang mau datang dan kerjasama dengan kita, itu perusahaan dari Bandung. Karena mereka juga produksi Insenerator (alat pengelolaan limbah medis) sekaligus mau mengelola itu, bahkan ada perwakilannya itu sering nanya-nanya kapan bisa mulai kerjasama,” ujar Nasrudin.

“Untuk mempercepat kerjasama itu, rencana Pak Kadis dan Pejabat Gubernur mau langsung ketemu dengan Ibu Menteri, sehingga kalau ini sudah kelar yang investor itu akan kita pertemukan dengan Pak pejabat Gubernur. Mungkin bulan-bulan ini mereka sudah bisa ketemu untuk menyampaikan niat mereka,” pungkasnya.

Reporter: Kris/Dulohupa