Scroll Untuk Lanjut Membaca
PEMKAB BONE BOLANGO

Pemkab Bone Bolango Intervensi Dana Desa untuk Penanggulangan Kemiskinan

×

Pemkab Bone Bolango Intervensi Dana Desa untuk Penanggulangan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Dana Desa
Wabup merlan Uloli saat memimpin rapat Koordinasi pengendalian angka kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango. Foto: Prokopim Bone Bolango.

Dulohupa.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango melakukan Intervensi Dana Desa untuk penanggulangan kemiskinan.

Sebelumnya pemerintah Kabupaten Bone Bolango telah melakukan Validasi Data Angka Kemiskinan yang ada di Kabupaten Bone Bolango. Sehingga melalui rapat Koordinasi, pemerintah Kabupaten tengah menentukan data yang akan diIntervensi.

“Jadi untuk menekan angka kemiskinan di Bone Bolango, kita akan melakukan Intervensi yang masing-masing Desa ada 10 Kepala keluarga. Secara keseluruhan ada 1.612 Kepala Keluarga yang akan kita intervensi melalui Dana Desa,” Ungkap Wabup Merlan Uloli.

Saat ini pemerintah Kabupaten hanya tinggal menunggu usulan yang akan diberikan oleh masing-masing Desa terkait 10 KK yang akan dilakukan Intervensi berdasarkan data Kemiskinan Ekstrim.

Wabup Merlan juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2022, angka kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango mengalami penurunan meskipun tidak secara signifikan.

“Jadi alhamdulillah untuk tahun kemarin terjadi penurunan, dari 16,30% menjadi 16,05%. Ini akan kita pacu lagi, berdasarkan program-program dari dana desa. Jadi akan kita intervensi dengan dana Desa dan akan di Godok juga oleh OPD di Kabupaten Bone Bolango. Jadi semua program OPD harus berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” Ujar Merlan.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN yang ada di Dana Desa. Dirinya berharap dengan semakin seringnya dilakukan pertemuan antara seluruh OPD dengan pemerintah Kabupaten akan semakin mengerucutkan permasalahan kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango.

Wabup Merlan Uloli menargetkan pada tahun 2024 nanti angka kemiskinan akan turun menjadi 14%, berdasarkan target nasional yang telah ditetapkan.

Reporter: Kris