Scroll Untuk Lanjut Membaca
NASIONAL

Pemerintah Kebut Pembersihan Data Bansos, Pelaku Judi Online Masuk Daftar Hitam

×

Pemerintah Kebut Pembersihan Data Bansos, Pelaku Judi Online Masuk Daftar Hitam

Sebarkan artikel ini
Data Bansos
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto/Hms

Dulohupa.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat memproses penyaluran bantuan sosial (Bansos) untuk triwulan ketiga tahun ini. Langkah ini ini dilakukan untuk pembersihan data penerima manfaat secara besar-besaran demi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap penyaluran bansos yang salah sasaran.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bansos yang salah sasaran, seperti diberikan kepada warga yang sudah meninggal, pindah rumah, atau warga mampu yang ekonominya sudah naik kelas,” ujar Saifullah Yusuf.

Salah satu terobosan paling signifikan dalam pemutakhiran data kali ini adalah tindakan tegas terhadap aparatur negara dan masyarakat yang terlibat dalam aktivitas ilegal. Kemensos kini memasukkan oknum pegawai BUMN, ASN, hingga masyarakat umum yang terlibat dalam judi online ke dalam daftar hitam penerima manfaat.

Langkah tegas ini diambil melalui kolaborasi erat bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Dari hampir 600.000 data yang dipantau, sebagian besar pelaku judi online dipastikan telah dicoret dan tidak lagi masuk dalam daftar penerima bansos.

Tidak hanya sekedar memberikan bantuan cuma-cuma, Kemensos di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto juga tengah menyiapkan strategi jangka panjang. Setelah data penerima dipastikan bersih dan valid, program bantuan akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi.

Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan sosial harus menjadi batu loncatan bagi masyarakat miskin untuk mandiri secara finansial.

“Pemberdayaan ini yang baru dari Presiden Prabowo. Jadi tidak hanya diberi bansos, tapi kita kuatkan dengan pemberdayaan sehingga keluarga-keluarga ini nanti terukur bisa naik kelas,” pungkasnya.

Kemensos mengimbau kepada masyarakat untuk ikut aktif mengawasi jalannya penyaluran bantuan ini agar program pengentasan kemiskinan nasional dapat berjalan lebih efektif dan tepat guna.