Dulohupa.id – Menjelang puncak arus mudik lebaran tahun 2026, pihak Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo akan menerapkan program double trip kapal atau melakukan dua kali perjalanan pulang-pergi (PP) dalam satu periode operasional atau hari yang sama.
Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan kapasitas angkut pada rute padat atau puncak arus mudik. Melalui Wasatpel Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo BPTD Kelas II Gorontalo, Deni SM Abdul mengungkapkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi di H-7 hingga H-3 nanti.
Adapun program double trip kapal ini menurut Deni akan mulai dilakukan pada 15 Maret 2026 ini. Saat ini armada yang ada di pelabuhan penyeberangan masih beroperasi dua hari sekali.
“Kemarin kami dari BPTD telah menerima usulan surat dari ASDP terkait dengan perubahan jadwal,” ujar Deni kepada Dulohupa beberapa waktu lalu.
“(jadi) Tadinya dua hari sekali, di tanggal 15 mereka merubah jadwal yaitu double trip namanya. Jadi mungkin mereka (armada) akan tiap hari disini,” lanjutnya.
Dengan adanya program double trip ini, Deni berharap masyarakat pengguna layanan jasa transportasi laut di pelabuhan penyeberangan Gorontalo dapat tercover saat melakukan perjalanan.
Meski begitu, Deni juga mengungkapkan bahwa pada arus mudik lebaran tahun ini, pihaknya tetap akan memprioritaskan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Sementara untuk kendaraan angkutan barang akan ada pembatasan.
“Sebagai informasi kami sudah menerima surat SKB terkait dengan diutamakan kendaraan-kendaraan yang mudik. Jadi secara umum untuk kendaraan angkutan barang itu ada pelarangan, tapi ada pengecualiannya, kecuali sembako (muatan) di izinkan untuk naik,” tutupnya.
Reporter: Yayan











