Dulohupa.id-Menjelang perayaan tradisi ketupat, pedagang daun woka dan bambu di sekitar Tugu Ketupat Desa Yosonegoro Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, banjir orderan.
Pantauan Dulohupa.id, pada Rabu (19/5), banyak pengendara yang singgah di kawasan ini, hanya untuk membeli keperluan untuk tradisi ketupat pada Kamis 20 Mei 2021 tersebut.
Seorang wanita bernama Windi, yang saat itu singgah dan berencana membeli bambu dan woka mengungkapkan, bahwa kedua bahan itu memang diperlukan untuk membuat dodol dan nasi bulu.
Dodol sendiri adalah penganan yang dibuat dari tepung ketan, santan kelapa dan gula merah. Dalam pengemasannya, dodol kerap dibungkus dengan daun woka. Sementara nasi bulu, adalah sebutan untuk nasi berbumbu yang dimasak di dalam bambu berdiameter kecil atau disebut buluh.
“Saya datang untuk membeli keperluan lebaran ketupat nanti. Memang di sini saat menjelang tradisi ketupat sudah banyak warga berdatangan untuk membeli buluh dan daun woka,” ujar Windi saat ditemui di lokasi.

Sementara Yunan (27) salah satu pedagang bambu asal Desa Daenaa mengatakan, bahwa memang sudah banyak masyarakat yang telah membeli bambu miliknya. Penjualan tahun ini kata dia, justru lebih tinggi dari tahun 2020 kemarin.
“Alhamdulilah di hari jelang tradisi ketupat tahun ini sudah banyak pembeli. Saya sudah dua hari berjualan di sini, dan kurang lebih ratusan bulu sudah habis terjual,” ungkapnya Kepada Dulohupa.id
Kata Yunan, harga untuk satu bambu sendiri itu berbeda-berbeda. Harganya berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 150 ribu atau Rp 200 ribu per ikat.
“Kalau saya punya satu buluh dia Rp 5 ribu yang tua, kalau buluh muda dia Rp8 ribu. Untuk per ikat buluh dijual itu banyaknya 20 ujung buluh sampai 25 buluh,” jelas Yunan.
Sementara Hamza (54), penjual daun woka menjelaskan, bahwa sebagai penjual daun woka, ia mematok Rp2,5 ribu rupiah untuk satu daun.
“Kalau saya sendiri menjual daun woka itu harganya Rp 2500. Kalau untuk (yang sudah dianyam berbentuk) ketupat yang sudah dibuat, satu ikatnya dia dapat lima ketupat, harganya cuman Rp 5 ribu,” tutup Hamzah.
Reporter: Fandiyanto Pou











