Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Pandemi Covid-19, Banjir, Pilkada, Bone Bolango Mulai Kewalahan

Dulohupa.id– Tahun 2020 benar-benar menjadi tahun yang sangat berat bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango. Belum usai Pandemi Covid-19, Kabupaten Bone Bolango kembali diterjang banjir bandang di lima Kecamatan Sekaligus. Fasilitas umum rusak, warga butuh bantuan, kesemuanya dipastikan akan membutuhkan banyak anggaran. Belum lagi tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango juga harus disibukkan dengan pembiayaan perhelatan Pilkada yang direncanakan dimulai akhir 2020 mendatang. Bupati Bone Bolango, Hamim Pou tentu akan dibuat sangat sibuk untuk menyelesaikan tiga persoalan yang sama pentingnya itu.

Ditemui awak media saat melakukan peninjauan di sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Bone Bolango belum lama ini, Bupati Bone Bolango, Hamim Pou tidak menampik persoalan ini. Hamim mengakui jika pihaknya benar-benar dibuat sangat sibuk dengan tiga persoalan itu. Bahkan Dirinya mengaku mulai kerepotan.

“Anggaran Bone Bolango benar-benar terkuras untuk tiga hal, Covid-19, Pilkada, serta banjir yang saat ini melanda tiga kecamatan, semuanya tentu harus saya akomodir, karena menyangkut keselamatan rakyat saya,” ujar Hamim.

Lebih lanjut Hamim mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap korban banjir, Membuat dapur umum, dan terus mengupayakan bantuan untuk warga yang terdampak banjir. Namun demikian, ditengah pandemic Covid-19 yang belum jua usai, Hamim menghimbau kepada seluruh warga untuk tetap tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat memeriksa salah satu jembatan yang terdampak banjir bandang, di Kabupaten Bone Bolango, kamis (11/6) (F. Humas Pemkab Bone Bolango)

“Saya minta semua warga tdk abai pada protokol kesehatan. Justru ini rawan bertambahnya covid,” tambahnya.

Tak hanya itu, Hamim juga mengajak seluruh pihak saling mendukung untuk menyelesaikan segala persoalan yang ada di Bonebol.

“Kita semua harusnya sensitif dalam menghadapi ini. Tidak  semua cara pandang kita selalu dengan anggaran pasti semua selesai, karena itu mari rawat kebersamaan dan sensitivitas,” Imbuhnya.

Sebelumnya, bencana banjir bandang menghantam lima kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak, Ratusan warga mengungsi, bahkan sebuah jembatan penghubung antar kecamatan, ambruk diterjang banjir. (Erik)