Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEPERISTIWAPOHUWATO

Oknum Guru SMK di Pohuwato Diduga Lecehkan Siswi

177
×

Oknum Guru SMK di Pohuwato Diduga Lecehkan Siswi

Sebarkan artikel ini
Guru Lecehkan Siswi
Ilustrasi Pelecehan Siswi/Net

Dulohupa.id – Oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Jurusan (SMK) di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato diduga melakukan pelecehan seksual kepada salah satu siswinya. Hal itu diungkapkan  orang tua korban, Jumat (12/1/2024).

Orang tua korban menceritakan, kejadian memalukan itu bermula saat siswa-siswi menginap di sekolah dalam rangka mengikuti kegiatan praktek kemaritiman beberapa hari yang lalu.

Usai melakukan kegiatan pada malam hari, seluruh siswa dan siswi disuruh tidur oleh oknum gurunya di dalam satu tenda.

Berselang beberapa jam kemudian saat para siswa terlelap tidur, oknum guru itu masuk dalam tenda. Ia kemudian tidur dibawah tubuh (pantat) salah satu siswi bernama Bunga (Nama disamarkan) yang tertidur pulas.

Menurut keterangan bunga kepada orang tuanya, oknum guru langsung menyentuh area tubuh anaknya.

“Saat itu anak saya langsung bangun karena kaget tubuhnya diraba oleh oknum guru yang memiliki jabatan sebagai ketua jurusan tersebut,” ujar orangtua korban.

Baca Juga:

Siswi Dilecehkan Guru SMK di Pohuwato, Wakesek: Hanya Pelecehan Biasa

Awal Mula dan Penyebab Tingginya Kasus Malaria di Pohuwato

Orang tua korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak sekolah, namun tidak ada tindakan dari Kepala sekolah.

“Kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak sekolah. Namun hingga saat ini oknum guru tersebut belum juga dikeluarkan. Anak saya selalu mendapatkan tekanan dari yang bersangkutan (Oknum guru), takutnya mentalnya akan terganggu karena tekanan tersebut,” lanjut orang tua korban.

Ditambahkan paman korban yang juga guru di sekolah itu mengatakan, oknum guru itu juga sempat mendekati korban dengan mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh.

“Bahkan saya sempat mendengar pada saat di kegiatan sekolah itu, Oknum guru ini mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada korban dengan kalimat, “Kase basar kasana ngana pe ‘t**o”. Dan itu saya dengar sendiri,” ujar paman korban.

Sementara Wakil Kepala sekolah bagian Kurikulum, mengaku bahwa peristiwa pelecehan yang dilakukan oknum guru tersebut benar adanya. Sebelumnya juga kata dia, kedua belah pihak telah diundang oleh kepala sekolah (Kepsek).

“Jadi kedua belah pihak ini sudah kita undang pada Senin kemarin. Pak Kepsek juga sudah menanyakan terkait kronologi kejadian ini kepada pelaku dan korban,” ungkapnya.

Terkait sanksi yang diterapkan oleh pihak sekolah sendiri, oknum guru itu diberikan sanksi teguran.

“Soal itu (Sanksi) untuk mengeluarkan yang bersangkutan dari sekolah belum kami pikirkan, sebab hasil kajian kami kejadian ini hanya pelecehan biasa, tidak sampai menyentuh hal terlarang dari tubuh korban,” tutupnya.

Reporter: Hendri Gani
banner