Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINEKOTA GORONTALO

Amukan Gelombang di Pantai Selatan, Nelayan Leato Pilih ke Sulteng Cari Nafkah

×

Amukan Gelombang di Pantai Selatan, Nelayan Leato Pilih ke Sulteng Cari Nafkah

Sebarkan artikel ini
Nelayan Leato
Salah satu nelayan di Leato Selatan saat diwawancarai awak media. Foto/Dulohupa

Dulohupa.id – Dalam beberapa hari terakhir, cuaca buruk menghantam pesisir pantai selatan Gorontalo sebabkan banyak nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo terpaksa tak turun melaut.

Bahkan sebagian nelayan  memilih ke provinsi tetangga untuk mencari nafkah. Para nelayan mengistilahkan bahwa saat ini musim Tenggara sebagai musim fakir miskinnya para nelayan di Gorontalo.

Diketahui musim Tenggara adalah angin membawa udara kering dan memicu naiknya ketinggian gelombang laut, terutama di wilayah perairan selatan.

Salah satu nelayan di Leato Selatan, Hajir Buhungo menjelaskan dampak musim Tenggara ini, terpaksa sejumlah nelayan di tempat itu pergi ke luar daerah untuk melaut.

Kata Hajir, musim Tenggara pada tahun ini lebih buruk dibanding pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini sudah seminggu, jadi biasanya kalau dia musim Timur maka cuman sekali-kali musim Tenggara, karena tahun kemarin 2025 dia tidak jadi musim Tenggara, jadi tahun 2026 dia ba jadi,” ujar Hajir kepada awak media, Rabu (08/7/2026).

Karena cuaca buruk yang terus menghantam pesisir pantai selatan Gorontalo beberapa waktu ini, sejumlah nelayan pilih keluar daerah.

“Biasanya kalau musim Timur, ada musim Tenggara sedikit, ini sekarang lagi musim Tenggara ada musim Timur sedikit. Akibatnya para nelayan Gorontalo itu sudah banyak yang lari ke Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

“Sekarang itu, khususnya yang ada di Leato Selatan ini, dari hampir 200 nelayan yang ada itu sudah banyak yang lari ke Sulawesi Tengah mencari nafkah disana,” lanjut Hajir.

Lebih lanjut dijelaskannya, sementara para nelayan yang memilih untuk tetap tinggal, pun terpaksa belum bisa turun melaut dikarenakan cuaca buruk ini.

Dengan adanya cuaca buruk di pesisir selatan itu, para nelayan berharap agar pihak pemerintah bisa memberikan bantuan.

“Nah ketika terjadi musim begini, kami nelayan berharap kepada pemerintah untuk dapat membantu langsung para nelayan yang ada dipesisir selatan Gorontalo terkhusus yang ada di Leato Selatan,” harap Hajir.

Musim Tenggara tahun ini, menurut Hajir bisa saja akan panjang. Bahkan ia menduga, bisa sampai bulan Oktober kedepan.

Reporter: Yayan