Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Nasib Pekerjaan Jalan Pone-Stain Bisa Terselesaikan di Akhir 2022?

560
×

Nasib Pekerjaan Jalan Pone-Stain Bisa Terselesaikan di Akhir 2022?

Sebarkan artikel ini
Jalan Pone
Kondisi jalan lingkar Pone-Stain Cs yang pekerjaannya tak kunjung selesai, foto/Herman Abdullah

Dulohupa.id – Jalan lingkar Pone-Stain di Kabupaten Gorontalo Cs kerap menjadi pertanyaan apakah pekerjaan jalan itu bisa terselesaikan diakhir 2022 ini?. Sebab, semua proyek jalan yang masuk kategori tahun tunggal dan tahun jamak akan berakhir pada 28 Desember 2022.

Sementara, progres peningkatan jalan Pone-Stain Cs itu masih diangka 40 persen. Artinya, masih ada kurang lebih 60 persen lagi pengerjaannya baru bisa dikatakan rampung.

Dengan sisa waktu kurang dua hari lagi dari waktu normal, bisakah jalan itu rampung 100 persen? Ini kemudian menjadi pertanyaan. Bahkan sebelumnya jalan itu sudah pernah disuarakan oleh mahasiswa, karena jalan tersebut melintasi Kampus IAIN Limboto.

Kepala Bidang Bina Marga, Supriyanto Ali pun saat dikonfirmasi membenarkan bahwa progres jalan Pone-Stain Cs itu masih dibawah dan pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap pelaksananya.

“Sudah beberapa kali pelaksananya kami undang untuk bagaimana metode yang akan dilaksanakan dalam penyelesaian pekerjaan. Karena kalau dilihat itu tinggal membutuhkan waktu enam hari untuk pengaspalan,” ujar Supriyanto Ali.

Sementara, kuasa Direktur CV Injilly, Elvikman Landjoi menanggapi pengerjaannya yang kemungkinan diputus kontrak itu dengan santai. Bahkan dirinya mengklaim dapat menuntaskan pengerjaannya hingga 31 Desember 2022.

“Kami akan berusaha dengan segala keterbatasan kami untuk menyelesaikan pekerjaan hingga 31 Desember ini. Sebab, sudah ada metode yang kami siapkan untuk percepatan pengerjaannya,” ungkap Elvikman Landjoi.

Diketahui, peningkatan jalan Pone-Stain Cs sesuai penandatangan kontrak proyek tersebut diteken pemerintah dimulai pada 31 Agustus 2021 atau dengan 360 hari kerja kalender. Biaya pekerjaan menggunakan anggaran pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp9,2 miliar berdasarkan nomor kontrak 621/PU-PR/PPK/456/VIII/2021.

Reporter: Herman Abdullah