Scroll Untuk Lanjut Membaca
PERISTIWA

Miris! Data Domisili Keluarga di Bone Bolango Dipindahkan Kadesnya Secara Diam-Diam

×

Miris! Data Domisili Keluarga di Bone Bolango Dipindahkan Kadesnya Secara Diam-Diam

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Kejadian tidak mengenakan dialami oleh satu keluarga di Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Sebab, secara diam-diam, data domisili nya di desa tersebut dipindahkan oleh kepala desanya. Tak main-main, datanya bahkan dipindahkan ke kabupaten lain, yakni ke Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara. 

Apipa Ilyas yang merupakan anggota keluarga itu pun baru mengetahui hal tersebut setelah sejumlah warga melaporkan, bahwa dirinya bukan lagi warga Desa Oluhuta. 

 “Saya mengetahui sudah tidak warga Desa Oluhuta lagi karena sudah ada laporan masyarakat kepada kakak kandung saya, di saat itu pula kakak kandung langsung memberikan informasi,” ujar Apipa kepada Dulohupa.id, Senin (7/6).

Ingin memastikan informasi tersebut, dirinya pun langsung menghubungi suaminya untuk melakukan pengecekkan data di Dukcapil Bone Bolango. Hasil, bahwa memang benar keluarganya sudah tercatat bukan lagi warga Kabupaten Bone Bolango, melainkan warga Gorontalo Utara. 

“Suami saya langsung mengecek di Dukcapil tadi, bahwa benar sudah tidak warga Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Kami sudah dipindahkan di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara,” terang Apipa.

“Saya tidak pernah melakukan pengurusan berkas di desa setempat, apalagi persoalan berpindahan penduduk di desa saya sendiri, tidak tahunya saya bersama suami dan anak sudah pindah di desa yang kami tidak tahu,” tambah Dia

Menurutnya, perlakuan itu sangat mustahil dilakukan oleh seorang pemimpin di kalangan pemerintah desa, sebab hal ini belum pernah terjadi selama hidupnya.

“Perlakuan yang dilakukan pemerintah desa sangat mengecewakan hati kami sekeluarga, saya berharap persoalan ini jangan hanya dilihat sebelah mata oleh pihak-pihak yang terkait. Ini sangat melanggar hak asasi manusia, kami menilai bahwa apa yang dilakukan terhadap keluarga kecil, itu tidak pantas dilakukan seorang pemerintah kepada masyarakat,” tutur Apipa.

Sementara dalam dekat ini, dirinya akan melakukan Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun sudah terhalang dengan adanya persoalan administrasi, karena data domisilinya dipindah secara diam-diam. 

“Dalam dekat ini saya akan mendaftarkan diri di perekrutan PPPK, namun hal itu tentu mendapat kesulitan, sebab, saya bersama keluarga kecil telah dipindahkan secara sepihak oleh kepala desa. tentunya ini juga telah merugikan saya sebagai guru honorer di SDN 10 Kabila Bone,” ungkap Apipa

Di tempat berbeda kepala Desa Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Ronal S Sahrain, saat dikonfirmasi membenarkan hal pemindahan terhadap mereka bertiga di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara. Ia pun berdalih, tindakan memindahkan data domisili keluarga tersebut secara diam-diam, karena untuk membendung amarah warga setempat. 

“Iya betul pindah dari desa, karena beliau memiliki masalah di desa ini jadi masih (kita) amankan di sana. Karena yang kita kendor reaksi masyarakat jadi kita amankan di desa itu,” ujar Ronal.

Kata Ronal, untuk proses pemindahan memang iya tidak ketahui, nantinya akan  disampaikan, tapi untuk saat ini belum sempat.

 “Terkait pemindahan iya (mereka) tidak tahu, memang pemindahan disampaikan, tapi untuk saat ini belum sempat (disampaikan). Namun sudah di sampaikan di aparat desa maupun pihak BPD dengan secara lisan,”kata Ronal.

Ronal menjelaskan, dirinya melakukan pemindahan itu atas reaksi masyarakat, karena sebelumnya dia (suami Apipa) pernah melaporkan pihaknya kepada polsek dan polres jadi dari situlah reaksi masyarakat untuk mengusirnya.

“Saya sudah diskusi dengan masyarakat, karena ini reaksinya masyarakat yang sebelumnya dia (suami Apipa) pernah melapor saya ke polsek dan polres, bahkan saya sudah mengundang kepada dia sudah dua kali tapi tidak datang,” tutup Ronal.

Reporter: Yusuf Konoli