Dulohupa.id- Pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Pohuwato diminta untuk mampu mengembangkan sumber daya alam dan manusianya. Sebab, sejauh ini, pemdes dinilai minim terobosan. Hal itu seperti yang diungkapkan oleh Ambran Andjulangi, anggota Komisi I DPRD POhuwato dalam rapat pembahasan RPJMD Pohuwato pada Rabu kemarin, (28/7/2021).
Dalam wawancara Dulohupa.id, Ambran Andjulangi menilai bahwa pemerintah Desa selalu menoton dalam menjalankan program-programnya.
“Saya lihat di pemerintahan desa sekarang, setiap tahun masih itu-itu terus, belum ada satu terobosan dalam rangka merubah (desa),” ujarnya.
Ambran Andjulangi juga menjelaskan, bahwa seharusnya pemerintah desa itu bisa berinovasi. “Contohnya, salah satunya sekarang Desa di Taluduyunu itu, sudah membuat satu gebrakan wisata pangimba (sawah),” sambung Ambran.
Lanjut Ambran, jika desa mampu mandiri, maka tentu tidak akan lagi bergantung pada dana dari daerah atau APBD maupun APBN. Ia pun mencontohkan beberapa desa di Jawa yang menolak dana desa, dan mengandalkan dana mandiri desa.
“Bahkan di Jawa itu ada desa yang tidak mau menerima dana desa, karena menurut mereka terlalu ribet, karena dari segi pendapatan Desa sudah luar biasa bahkan miliaran,” ujarnya
Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Jika desa mandiri, maka tidak akan terlalu repot dalam menghadapi kondisi semacam ini.
“Saya berharap Desa di Kabupaten Pohuwato ini suatu saat akan ada hal seperti itu, sudah ada pendapatan yang tetap setiap tahun, sehingga dia tidak terlalu repot menghadapi kondisi emergency seperti pandemi saat ini,” tutupnya.











