Scroll Untuk Lanjut Membaca
KESEHATANVideo

Meski Dilarang, Sejumlah Warga di Gorontalo Tetap Beli Obat Sirup untuk Anak

321
×

Meski Dilarang, Sejumlah Warga di Gorontalo Tetap Beli Obat Sirup untuk Anak

Sebarkan artikel ini
Beli Obat Sirup
Rahmawaty (kanan) seorang warga membeli obat sirup di salah satu apotek di Kota Gorontalo. (Foto: Enda/Dulohupa)

Dulohupa.id – Meskipun sudah ada larangan dari Kementerian Kesehatan terkait penghentian sementara penjualan obat jenis sirup di apotek, sejumlah warga di Gorontalo tetap membeli obat sirup untuk anak.

Dari pantauan Dulohupa, sejumlah orangtua membeli obat sirup penurun demam di salah satu Apotek jalan Prof HB Jassin yang masih menjual obat sirup.

Rahmawaty, warga Kota Gorontalo saat ditemui mengaku terpaksa membeli obat sirup karena keperluan untuk anaknya yang sakit.

Meskipun begitu, Rahmawaty tetap resah dan khawatir atas fenomena kasus gagal ginjal akut pada anak yang telah dirilis Kemenkes.

NONTON VIDEO: Meski Dilarang, Sejumlah Warga di Gorontalo Tetap Beli Obat Sirup untuk Anak

“Tadinya saya khawatir, tapi saya tetap beli setelah diberikan penjelasan petugas apotek. Katanya obat sirup yang saya beli aman digunakan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (20/10/2022).

Hal yang sama diucapkan Yayan Kono, warga Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Yayan memerlukan obat sirup penurun panas untuk anaknya yang baru keluar dari rumah sakit.

Jenis Obat sirup yang akan dibeli, kata Yayan, merupakan resep dari dokter.

“Yang saya akan beli seperti obat Paracetamol sirup, dan ini resep dokter. Saya masih mencarinya, karena sudah dua apotek saya cari, belum dapat,” katanya.

Obat
Yayan Kono saat diwawancarai awak media. (Foto: Enda/Dulohupa)

Meski sangat memerlukan obat sirup untuk anaknya, Yayan masih tetap khawatir dengan kasus gagal ginjal akut pada anak.

“Katanya ada seratus lebih anak alami gagal ginjal akut, terus Kemenkes melarang sementara tidak mengkonsumsi obat sirup. Tapi anak saya perlu obat ini,” ucapnya.

Yayan berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi jika memang obat sirup tidak bisa dikonsumsi lagi.

“Kira-kira obat lain apa yang bisa menyembuhkan. Harapan saya seperti itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan seluruh Apotek yang tersebar di Indonesia untuk menghentikan sementara penjualan obat sirup.

Instruksi Kemenkes ini dilakukan menyusulnya kasus gangguan ginjal akut yang menyerang anak-anak, umumnya balita. Instruksi tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada Anak.

Reporter: Enda/Dulohupa