Dulohupa
Portal Berita Online Gorontalo

Merusak TV, Anak 4 Tahun Ini Dipukuli Tantenya Hingga Memar

Dulohupa.id – Seorang anak berusia 4 tahun di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, dianiaya oleh seorang perempuan berinisial IP karena dianggap merusak televisi (tv) di rumahnya. Akibatnya, balita bernama Seftiani Pongoliwu itu harus menahan sakitnya memar di bagian kaki dan tangannya.

Perbuatan IP itupun akhirnya dilaporkan Yulan Yunus (24), ibu dari balita tersebut, ke Polres Gorontalo. Sebab, dirinya tak tega melihat anaknya yang harus merasakan sakit akibat penganiayaan tersebut. Sebelumnya, diceritakan Yulan, bahwa memang IP yang masih ada hubungan keluarga dengannya itu, dimintai tolong untuk menjaga anaknya, karena ia harus menghadiri sebuah pesta pernikahan.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, bahwa penganiayaan yang dialami korban terjadi pada Sabtu 22 Agustus 2020. Saat itu ibunya sedang menghadiri acara pernikahan rekannya di Desa Biluhu, Kecamatan Batudaa Pantai, sementara korban dititipkan kepada terlapor IP yang tak lain adalah tante pelapor.

“Saat berada di acara pernikahan, tiba-tiba pelapor menerima telepon dari salah satu saksi, yang memintanya untuk segera kembali ke rumah karena anaknya telah memecahkan televisi milik IP,” ungkap Nauval saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8)

lanjutnya, “mendengar kabar itu, keesokan harinya pelapor langsung pulang ke rumah dan mendapati anaknya sedang menangis, karena tak sanggup menahan sakitnya memar dikedua tangan dan kaki kirinya akibat dipuli oleh terlapor, IP,”

Sehingga saat itu juga kata Nauval, pelapor langsung membawa korban ke Kecamatan Biluhu.

“Saat berada di Kecamatan Biluhu, terlapor menghubungi pelapor melalui aplikasi masengger dan mengakui dirinya yang memukul anaknya namun hal tersebut tak disadarinya,” jelasnya.

Sehingga, saat ini, Satuan Unit Reskrim Polres Gorontalo, melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus yang masuk kategori kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut.

“Korban saat ini mengalami trauma psikis. Saat ini laporan tersebut sudah ditangani oleh unit PPA Reskrim Polres Gorontalo,” pungkasnya. **

Reporter : Fandiyanto Pou