Scroll Untuk Lanjut Membaca
HEADLINERamadan

Melihat Aktivitas Narapidana Lapas Pohuwato di Bulan Ramadan

×

Melihat Aktivitas Narapidana Lapas Pohuwato di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini
Narapidana Puasa
Puluhan Narapidana di Lapas Pohuwato saat membaca Alquran. Foto: Humas Lapas

Dulohupa.id– Suka cita bulan Suci Ramadan juga disambut Narapidana beragama muslim di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIb Pohuwato Unit Pelaksana Teknis (Upt) Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Gorontalo.

Sejak memasuki bulan puasa, Lapas Pohuwato menambah intensitas pembinaan kerohanian terhadap warga binaan atau narapidana (Bang Napi). Kegiatan sendiri pun dipusatkan di mesjid At-Taubah.

Wajah antusias terpancar dari ekspresi warga binaan saat mengikuti kegiatan tadarus dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Sebelumnya, kegiatan keagamaan memang sudah kami lakukan. Tapi khusus Bulan Ramadhan, volumenya kami tambah,” ungkap Kepala Seksi Binapigiatja Lapas Pohuwato, Zainal Bempah.

Puasa Narapidana
Seorang warga binaan (Napi) belajar membaca Alquran. Foto: Humas Lapas

Zainal mengatakan, kegiatan keagaman yang diberikan kepada warga binaan diantaranya tadarus dan pengajian, shalat tarawih berjamaah, shalat 5 waktu berjamaah bahkan ceramah agama dimana para pengisinya didatangkan dari luar, dan juga diisi oleh warga binaan yang paham dengan keagamaan.

Menurutnya, tujuan kegiatan keagamaan tersebut untuk membekali para warga binaan dan memberikan kesadaran bagi mereka supaya bertaubat kepada sang pencipta sekaligus menyesali segala perbuatannya.

Selain itu, juga menerapkan kebiasaan baik tersebut menjadi sebuah kebutuhan, sehingga mereka tidak lagi harus diperintah tetapi berkat dari keinginan dalam dirinya sendiri.

“Dengan intensitas kegiatan keagamaan yang bertambah ini, warga binaan dapat memanfaatkan momentum Ramadhan untuk kembali merefleksikan diri mereka, sehingga sikap dan kepribadianya menjadi lebih baik lagi. Terutama ketika warga binaan ini akan bebas nanti, sehingga dapat menjadi bekal untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Plh. Kepala Lapas Pohuwato, Frangki G. Ma’ruf  menyampaikan, kegiatan di bulan suci Ramadan ini merupakan media pembinaan bagi warga binaan dan seluruh insan pengayoman sebagai ajang instrospeksi diri atau bermuhasabah diri, sekaligus  memperkuat silaturahmi dan berbagi rizki diantara sesama.

“Saya berharap kepada seluruh warga binaan disini, bisa mengambil pelajaran dari apa yang sudah teman-teman lewati dan kami berikan. Agar pada saat bebas nanti bisa berubah, bisa kembali hidup sebagai masyarakat yang bebas dan tidak lagi melakukan kesalahan yang sama karena diluar sana pihak keluarga sedang menanti kebebasan anda,” pungkas Frangki.

Redaksi