Dulohupa.id – Leher pria di Gorontalo tersayat benang layangan saat berkendara motor di jalan Agus Salim, Kota Gorontalo pada Minggu (01/09/2024) kemarin. Peristiwa itu juga beredar di media sosial Facebook diposting salah satu akun di Portal Gorontalo pada Minggu kemarin.
“Hati-hati yang melintas di Jalan Agusalim dan Jalan Palma, banya benang galas lo layang-layang. kalau tidak dapat lapis dengan jari tadi bagini putus leher. Napa jari le somo putus ada ba tangkis akan. Mohon jadi perhatian dinas terkait juga ini,” tulis dalam akun itu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Agustian Pagalu yang merupakan korban mengungkapkan kejadian sudah ke dua kali yang dialaminya.
Menurut korban, kejadian berawal saat dirinya pulang dari pelabuhan fery bersama orangtuanya. Dirinya kemudian pulang ke rumah melintasi jalan HB Jassin (Eks jalan Agusalim). Tepat di depan Toko gembira houseware, benang layangan tiba-tiba tersangkut dilehernya.
“Pas melintas itu langsung saya rasa panas di leher, saya tangkap dengan tangan, jari hampir putus. Kira-kira ba jalan 10 meter tarem (rem) langsung tabanting (jatuh) disitu, abis itu saya lihat so badarah (berdarah),” jelas Agustian, saat dihubungi melalui via WhatsApp pada Senin (02/09/2024).
Menurutnya, kejadian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.20 wita, dimana hari mulai senja.
Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa pada hari Jumat (30/08/2024) kemarin, dirinya mengalami hal serupa, mujurnya hanya tersangkut di helmnya.
“Kejadian so kedua kali, hari Jumat kemarin juga di jalan Palma situ. Tapi helm yang kana (kena),” bebernya.
Dirinya berharap agar peristiwa tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah, agar kejadian serupa tak terulang kepada pengendara lain.
“Pertama, artinya kita tidak bisa melarang juga anak-anak mo bermain, orang tua. Kan main layangan ini bukan cuman hobi anak-anak, tapi hobi orang tua juga. Yah cumankan bisa diarahkan ke tempat yang tidak berbahayalah. Yang kedua, antisipasinya harus begitu mungkin ada layangan yang putus terus tidak sengaja benangnya ke jalan, yaa mungkin DLH atau dinas terkait bisa menertibkan itu,” pungkas Agustian.
“Jujur berbahaya sekali itu. Selanjutnya kepada pengguna jalan raya agar selalu safety lah dalam berkendara, karena kita tidak pernah tahu sial itu tidak ada di kalender. Artinya saling menjaga diri masing-masing,” lanjutnya.
Reporter: Yayan











