Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertorial

Lantik Pengurus YAPETA, Wali Kota Blitar Bahas Pembangunan Museum Jenderal Supriyadi

×

Lantik Pengurus YAPETA, Wali Kota Blitar Bahas Pembangunan Museum Jenderal Supriyadi

Sebarkan artikel ini

Dulohupa.id- Wali Kota Blitar, Santoso mengukuhkan pengurus YAPETA (Yayasan Pembela Tanah Air) masa bakti 2021-2025, Rabu (7/4). Acara yang digelar bersama dengan rapat kerja tahun 2021 itu, ditandai dengan serah terima cinderamata, seperti buku cikal bakal TNI serta piagam. 

Dalam kesempatan tersebut, Santoso juga ikut menyinggung rencana pembangunan museum pahlawan Jenderal Supriyadi. 

Soeprijadi atau dikenal dengan nama Shodanco Soeprijadi, lahir di Trenggalek, Jawa Timur, pada 13 April 1923. Ia adalah pahlawan nasional Indonesia dan pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

“Tapi yang jelas (pahlawan) Jenderal Supriyadi sudah mendapatkan pengakuan. Oleh karena itu Kota Blitar bertekad ingin membangun museum Supriadi,” ungkap Santoso

Memuluskan rencana pembangunan tersebut, kata Santoso,”beberapa sekolah yang berada di SMP komplek sudah kita pindahkan, dengan harapan agar bisa diwujudkan dalam bentuk museum Jendral Supriadi. Terutama dibantu oleh bapak Tinton Suprapto tentunya akan mengisi beberapa peralatan perang seperti tank, senjata-senjata dan sebagainya”, imbuhnya. 

Kata Santoso lagi, museum itu akan mengisi sejarah Supriyadi dari masa kecil, masa remaja, dewasa, masa perjuangan, dan seterusnya.

“Sampai saat ini mulai dilakukan pengosongan lokasi, sudah di musrenbangnya Kota sehingga nanti bisa segera kita awali,”

“Dan termasuk masterplan nya sudah kita kirim ke menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, mudah-mudahan nanti bisa segera direspon sehingga obsesi untuk menambah suatu obyek wisata kebangsaan itu segera bisa terwujud”, tambahnya. 

Santoso pun menuturkan, bahwa upaya ini dilakukan untuk menekankan pengetahuan generasi muda, tentang pahlawan yang ikut berjuang di dalam membangun kemerdekaan RI. Bahkan, ia juga membahas usulan untuk mendiang Dr Soetjipto mendapatkan gelar pahlawan nasional. 

Sementara itu, ketua YAPETA Tinton Suprapto, memiliki harapan yang besar pada PETA, “ada pekerjaan rumah buat YAPETA Jatim ini yang berpusat di Blitar. Kebangkitan PETA ada disini bahwa cikal bakal TNI itu berasal dari sini, supaya tinggal tahun depan ini agar diakui oleh negara-negara dan Vietnam itulah yang mengakui kita sebagai perang gerilya, itu bukti”.

“Saya hanya mengawal, supaya ada tindak lanjut dari semua pihak” tutupnya. (adv)

Reporter: Soni Irawan