Scroll Untuk Lanjut Membaca
BONE BOLANGOPERISTIWA

Lagi, 143 Siswa dan Guru Man Insan Cendekia Gorontalo Terkonfirmasi Positif Covid-19

×

Lagi, 143 Siswa dan Guru Man Insan Cendekia Gorontalo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebarkan artikel ini
Man Cendekia Gorontalo/Foto: doc. Dulohupa

Dulohupa.id – 143 siswa dan guru di Man (Madrasah Aliyah Negeri) Insan Cendekia Gorontalo terkonfirmasi positif Covid-19.

dr.Meyrin Kadir, Kepala Dinas Kesehatan Bone Bolango membeberkan, awal pihaknya menemukan kasus positif di sekolah itu, karena ada salah satu siswa mengalami gejala Covid-19. Yang kondisinya demam disertai flu dan sesak, oleh pihak sekolah melarikan siswa tersebut ke Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS).

“Hasil tes antigen dan tes PCR salah satu siswa itu, positif Covid-19. Kami pun langsung melakukan pelacakan dan penelusuran awal kepada teman-temanya yang berkontak erat, dan menemukan 4 orang positif. Hingga pelacakan dan penelusuran kami lanjutkan bagi semua siswa, guru, dan pegawai, ketemulah tambahan 138 orang positif dan total semua yang positif sudah 143 orang”jelasnya.

Saat ini kata Meyrin, kurang lebih ada 136 orang sudah diisolasi di barak tersendiri yang ada di dalam sekolah tersebut. Dan beberapa orang lainnya masih menjalani perawatan dan isolasi terpadu di rumah sakit dan wisma atlit Limboto.

“Sisanya, 1 orang sedang dirawat di RSAS, 3 orang di RS Toto Kabila, dan 3 lagi sedang menjalani isolasi terpadu di Wisma Atlit Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dan yang isolasi di dalam sekolah keadaan mereka baik-baik saja, hasil laporan dari tenaga kesehatan dan tim relawan Insan Cendekia”terangnya.

Sementara itu, Agung Kurniawan, Humas Man Insan Cendekia Gorontalo, mengatakan, sudah melakukan penanganan dan pencegahan yang maksimal dalam hal perawatan bagi orang yang positif Covid-19 dan pencegahan penyebaran di dalam asrama.

“Semua sudah kita maksimalkan berbekal pengalaman kasus Covid-19 tahun 2021 kemarin. Orang-orang yang positif tetapi tidak bergejala, melakukan isolasi di gedung yang disediakan dan itu jauh dari asrama siswa dan guru. Di dalam gedung isolasi juga sudah ada tenaga kesehatan dan relawan kami yang mengawasi dan memantau kondisi kesehatan setiap pasien”

(Redaksi)