Untuk Indonesia

Kuota Berkurang, Distan Kabupaten Gorontalo Minta Penyaluran Pupuk Diperketat

Dulohupa.id – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo meminta penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2021, harus melalui aturan yang baik profesional. Sebab, terjadi pengurangan alokasi pupuk untuk petani di seluruh Indonesia.

Rahmat menjelaskan, bahwa hampir semua jenis pupuk mengalami perubahan harga yang cukup besar. Hingga saat ini kata Rahmat, harganya mencapai 450 ribu rupiah per liter. Perubahan ini menurutnya, berdampak pada kuota yang ada di Kabupaten Gorontalo.

“Setelah kami hitung, untuk kuota pupuk di Kabupaten Gorontalo di tahun 2021 sesuai data yang ada, kita hanya mendapatkan 63 miliyar sehingga mengalami pengurangan. Sehingga untuk pupuk bersubsidi yang bisa disalurkan tidak sesuai dengan luas tanah, namun akan kurang sekitar 30 persen dari luas tanah yang ada,” terangnya saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan sosialisasi sistim distribusi pupuk bersubsidi.

Baca Juga:  Melihat Pelantikan Ketua TP PKK Bone Bolango oleh Idah Syahidah

“Kuota pupuk ini harus dibagi secara proporsional sesuai dengan yang saya sampaikan tadi. Tidak mungkin kecamatan yang lahan pertaniannya berkurang (kecil), akan mendapatkan kuota lebih banyak, dari paada yang kuota sawahnya lebih besar,” tambahnya.

Tidak hanya menyosialisasikan soal pupuk, dalam kesempatan tersebut Rahmat juga menyosialisasikan kartu tani oleh Bank BNI. Kartu ini kata Rahmat sangat penting karena menjadi syarat dalam mengakses pupuk bersubsidi. Kata dia, kartu ini akan menjadi bukti bahwa petani tersebut merupakan anggota kelompok petani.

“Lagi-lagi saya sampaikan, ini tergantung kuota pupuk yang disalurkan, karena instrument seperti apapun yang akan kita buat, agar petani ini bisa mendapatkan pupuk. Yang pasti petani akan tetap berteriak, sehingga pengelolaan dari petani itu sendiri juga harus diperbaiki, sehingga tidak terjadi ketergantungan terhadap pemerintah,” tutupnya.

Reporter: Dhedy Henga

Comments are closed.